SLEMAN – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah masih menunjukkan peningkatan signifikan. Berdasarkan laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) periode pengamatan 24 jam terakhir, tercatat ratusan gempa guguran terjadi disertai dengan suplai magma yang masih berlangsung. Status Gunung Merapi saat ini masih berada di Level III atau Siaga.
Dalam periode pengamatan sejak Selasa (24/3/2026) pukul 00.00 WIB hingga Rabu (25/3/2026) pukul 24.00 WIB, petugas pos pengamatan mencatat aktivitas seismik yang cukup tinggi. Kepala BPPTKG, dalam rilis data MAGMA-VAR yang diterima Radar Jogja, menyebutkan bahwa kegempaan didominasi oleh gempa guguran dan gempa hybrid atau fase banyak.
Aktivitas Seismik Tinggi
Sepanjang hari kemarin, tercatat 141 kali gempa Guguran dengan amplitudo berkisar antara 2 hingga 34 mm dan durasi hingga 230 detik. Selain itu, terjadi 88 kali gempa Hybrid/Fase Banyak, yang menandakan adanya pergerakan dan suplai magma dari kedalaman menuju permukaan.
Secara visual, kondisi cuaca di sekitar Gunung Merapi bervariasi dari cerah, berawan, hingga hujan. Tinggi muka air hujan tercatat mencapai 81 mm per hari. Gunung terpantau jelas hingga tertutup kabut 0-III. Meskipun tidak terlihat api pijar secara signifikan, teramati asap kawah bertekanan lemah berwarna putih dengan intensitas tebal mencapai ketinggian 50 meter di atas puncak kawah.
Potensi Bahaya dan Radius Aman
BPPTKG mengingatkan bahwa potensi bahaya saat ini masih mengancam di sektor selatan dan barat daya. Masyarakat diminta untuk tidak melakukan aktivitas apapun di daerah potensi bahaya yang telah ditetapkan.
Berikut detail radius bahaya yang perlu diperhatikan:
· Sektor Selatan – Barat Daya: Meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 km.
· Sektor Tenggara: Meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol sejauh 5 km.
· Lontaran Material: Jika terjadi letusan eksplosif, material vulkanik dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Baca Juga: Perum Bulog Beli Gabah Petani di Kebumen dengan Harga Layak
Imbauan untuk Masyarakat di Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten
Dengan status Siaga yang masih berlaku, terdapat beberapa rekomendasi penting yang harus dipatuhi oleh masyarakat, khususnya yang bermukim di Kabupaten Sleman (DIY), serta Magelang, Boyolali, dan Klaten (Jateng):
1. Larangan Aktivitas: Masyarakat dilarang melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya yang telah ditentukan.
2. Waspada Lahar: Mengingat curah hujan yang cukup tinggi (81 mm/hari), masyarakat di sekitar aliran sungai yang berhulu di Merapi agar mewaspadai ancaman bahaya lahar hujan dan Awan Panas Guguran (APG).
3. Abu Vulkanik: Masyarakat juga diminta mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik apabila terjadi erupsi susulan.
4. Suplai Magma: Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung, yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
Pihak BPPTKG menegaskan bahwa jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada, serta selalu mengakses informasi resmi hanya melalui MAGMA Indonesia (https://magma.esdm.go.id) dan media sosial resmi PVMBG agar tidak terpapar informasi hoaks. (iwa)
(Sumber: BPPTKG, PVMBG, KESDM)
Editor : Iwa Ikhwanudin