Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gunung Merapi Kembali Luncurkan 12 Kali Guguran Lava, Jarak Luncur Capai 2 Km ke Arah Kali Sat/Putih

Iwa Ikhwanudin • Rabu, 4 Maret 2026 | 07:34 WIB

Ilustrasi Awan panas guguran gunung Merapi.
Ilustrasi Awan panas guguran gunung Merapi.

SLEMAN, Radar Jogja – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi yang berstatus Siaga (Level III) kembali menunjukkan eskalasi. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan terjadi puluhan kali guguran lava dengan jarak luncur mencapai 2 kilometer pada periode pengamatan Senin (3/3/2026).

Berdasarkan laporan resmi PVMBG yang diterima Radar Jogja, selama 24 jam terhitung sejak Selasa (4/3/2026) pukul 00:00 hingga 24:00 WIB, terekam sebanyak 122 kali gempa guguran dengan amplitudo 2-140 mm dan durasi 46-187 detik. Selain itu, terjadi pula 80 kali gempa Hybrid atau fase banyak.

"Teramati 12 kali guguran lava ke arah Barat Daya, tepatnya menuju hulu Kali Sat/Putih, Kali Bebeng, Kali Krasak, dan Kali Boyong, dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter," demikian bunyi laporan yang ditandatangani petugas pos pengamatan Suratno dan Yulianto tersebut.

Secara visual, gunung yang terletak di perbatasan DIY dan Jawa Tengah ini terlihat jelas hingga tertutup kabut 0-II. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 50 meter di atas puncak kawah. Cuaca di sekitar puncak tercatat cerah, mendung, hingga hujan dengan suhu udara 17.7-24.1 °C.

Status Siaga dan Potensi Bahaya Terkini

Dengan status Siaga (Level III) yang masih dipertahankan, BPPTKG mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting bagi masyarakat dan pemerintah daerah. Potensi bahaya saat ini masih didominasi oleh guguran lava dan awanpanas guguran.

Berikut adalah daerah potensi bahaya yang perlu diwaspadai:

· Sektor Selatan-Barat Daya: Mencakup Sungai Boyong (maksimal 5 km), serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng (maksimal 7 km).

· Sektor Tenggara: Mencakup Sungai Woro (maksimal 3 km) dan Sungai Gendol (maksimal 5 km).

· Letusan Eksplosif: Jika terjadi letusan, lontaran material vulkanik dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Imbauan untuk Masyarakat

Menyikapi tingginya aktivitas vulkanik tersebut, BPPTKG mengimbau agar:

· Masyarakat tidak melakukan kegiatan apa pun di daerah potensi bahaya.

· Mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) , terutama saat terjadi hujan di sekitar Gunung Merapi.

· Mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik apabila terjadi erupsi yang lebih besar.

· Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Pihak berwenang akan segera meninjau kembali status aktivitas Gunung Merapi jika terjadi perubahan yang signifikan. Masyarakat diimbau untuk selalu memantau informasi dari sumber resmi seperti kanal magma.esdm.go.id. (iwa) 

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Gunung Merapi hari ini #awan panas guguran #Merapi Hari Ini #lava pijar gunung merapi