RADAR JOGJA – Aktivitas Gunung Merapi kembali meningkat. Berdasarkan laporan resmi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) periode pengamatan 2–3 Maret 2026, tercatat 20 kali guguran lava dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter ke arah barat daya, meliputi Kali Sat/Putih, Bebeng, dan Krasak. Dua kali guguran juga teramati ke arah Kali Boyong dengan jarak luncur hingga 1.800 meter.
Kondisi Meteorologi
Cuaca di sekitar Merapi berawan hingga hujan dengan curah hujan harian mencapai 45 mm. Suhu udara berkisar 18,7–25,5 °C dengan kelembaban tinggi 84,8–99 persen. Angin bertiup tenang ke arah timur.
Visual dan Kegempaan
Gunung terlihat jelas meski sesekali tertutup kabut. Asap kawah berwarna putih dengan intensitas tebal teramati setinggi 100 meter di atas puncak. Aktivitas kegempaan cukup signifikan:
- Guguran: 121 kali, amplitudo 2–22 mm, durasi 42–242 detik.
- Hybrid/Fase Banyak: 76 kali, amplitudo 2–38 mm, durasi 12–63 detik.
- Tektonik Jauh: 2 kali, amplitudo 3–10 mm, durasi 83–129 detik.
Status dan Rekomendasi
Gunung Merapi saat ini berada pada Level III (Siaga). BPPTKG menegaskan potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan–barat daya, meliputi Sungai Boyong (maksimal 5 km), Bedog, Krasak, Bebeng (maksimal 7 km). Pada sektor tenggara, potensi bahaya meliputi Sungai Woro (3 km) dan Gendol (5 km).
Masyarakat diminta:
- Tidak beraktivitas di daerah potensi bahaya.
- Mewaspadai lahar hujan dan awan panas guguran.
- Mengantisipasi gangguan abu vulkanik.
- Tetap mengikuti informasi resmi dari BPPTKG dan PVMBG.
Sumber Data
Laporan aktivitas Gunung Merapi ini disusun oleh Erwin Widyon berdasarkan data KESDM, Badan Geologi, PVMBG, dan BPPTKG. Informasi lengkap dapat diakses melalui MAGMA Indonesia. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin