
BANTUL – PSIM Jogja mengusung misi balas dendam sekaligus mengamankan jatah bermain di BRI Super League musim depan kala menghadapi Persita Tangerang di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Kamis (30/4) sore.
Laga ini bukan sekadar upaya balas dendam kalah 0-4 di putaran pertama. Tapi juga krusial dalam perebutan posisi klasemen. Saat ini PSIM berada di peringkat ke-10 dengan 39 poin, tepat di bawah Persita Tangerang yang menempati posisi ke-9 dengan 41 poin.
Jika menang poin PSIM 42 tak bisa disalip Persis Solo yang kini berada di posisi 16 dengan 27 poin. Dengan sama-sama tersisa empat pertandingan.
Tapi Laskar Mataram menghadapi laga seperti biasanya. Harus kehilangan hingga lima pemain kunci sekaligus. Ezequiel Vidal dan Riyatno Abiyoso absen akibat akumulasi kartu kuning.
Sementara Anton Fase dan Rahmatsho menepi karena cedera. Di luar itu, Fahreza Sudin juga dipastikan tidak tampil karena pulang ke Ternate menyusul kabar duka meninggalnya sang ibu.
Pelatih PSIM Jean Paul van Gastel mengakui, kondisi tersebut memang cukup memengaruhi persiapan timnya, meski ia menegaskan latihan tetap berjalan normal.
"Persiapannya bagus. Tapi memang ada beberapa pemain yang terkena suspensi dan beberapa masih cedera. Tapi kami tetap menjalani persiapan secara normal," ujar Van Gastel, Rabu (29/4).
Meski begitu, Van Gastel menyebut, performa timnya sebenarnya tidak buruk di putaran kedua, hanya kurang maksimal dalam detail kecil. "Banyak pertandingan ditentukan oleh detail kecil, terutama bola mati, dan itu sedang kami perbaiki," lanjutnya.
Dari sisi pemain, gelandang PSIM M. Iqbal menegaskan kesiapan tim untuk menghadapi laga krusial ini. "Kami sudah mempersiapkan semuanya dengan baik di latihan. Semoga di pertandingan besok bisa mendapatkan tiga poin," kata Iqbal.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




