Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Disperindag Sleman Gelar Gempar di Pasar Sleman Unit 2, Grebeg Takjil Penggugah Selera Buka Puasa

Yogi Isti Pujiaji • Jumat, 20 Februari 2026 | 18:28 WIB

 

GEMPAR: Pedagang aneka makanan dan minuman Grebeg Takjil di Pasar Sleman
GEMPAR: Pedagang aneka makanan dan minuman Grebeg Takjil di Pasar Sleman

SLEMAN - Sebagai penggerak roda perekonomian masyarakat, pasar tradisional memiliki peran vital. Memastikan pasar ramai berati menjamin keberlangsungan ekonomi lokal. Lewat semangat inilah Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman menginisiasi gerakan meramaikan pasar rakyat (gempar).

Suasana berbeda terasa di Pasar Sleman Unit 2. Saban sore, sejak awal Ramadan, halaman depan gedung utama pasar dipenuhi pedagang aneka makanan dan minuman. Mereka siap menyambut siapa saja yang sedang  berburu bekal berbuka puasa atau sekadar ngabuburit.

Camilan modern hingga penganan tradisional yang tersaji sangat beragam. Ada jenang, kolak, kue-kue, gorengan, sari buah, jus, hingga rempah-rempah dan minuman modern. Menu kekinian seperti kimbab, sushi, takoyaki, sempol, hingga pangsit chili oil juga tersedia.

Pengunjung bebas pilih-pilih menu yang menggugah selera mereka. Dan bisa langsung bertransaksi di lapak-lapak bertenda dalam nuansa grebeg takjil Ramadan itu.

Sekretaris Disperindag Kabupaten Sleman Aris Herbandang menjelaskan, grebeg takjil Ramadan menjadi bagian dari program gempar yang diselenggarakan di lima pasar tradisional. Antara lain, Pasar Kejambon, Pasar Godean, Pasar Potrojayan, Pasar Cebongan, dan Pasar Sleman Unit 2.

Khusus di Pasar Sleman Unit 2, Bandang menilai embrionya sudah ada. Saat Ramadan tahun-tahun sebelumnya sudah banyak pedagang tiban yang berjualan makanan/minuman jelang buka puasa. Hanya, ketika itu mereka menggelar lapak dan meja di badan jalan. Bahkan di ke dua sisi Jalan Dr Radjimin. Kondisi tersebut cukup mengganggu arus lalu lintas kendaraan.

Maka pada grebeg takjil kali ini para pedagang difasilitasi di halaman pasar. Bukan lagi di badan jalan atau trotoar. "Salah satu tujuan grebeg takjil ini memang menata pedagang. Agar lebih nyaman dan menjaga keselamatan," ungkap Bandang, Kamis (19/2).

Sekretaris/Plt Kabid Pembinaan dan Pengembangan Perdagangan Tradisional, Disperindag Sleman
Sekretaris/Plt Kabid Pembinaan dan Pengembangan Perdagangan Tradisional, Disperindag Sleman

Menurutnya, tiap pedagang mendapatkan area lapak lebih luas, supaya nyaman. Di situ sekaligus ada tempat parkir kendaraan. Sehingga pembeli juga lebih nyaman. Sebagian pedagang juga berjualan di bawah tenda sehingga tak perlu khawatir apabila hujan.

Grebeg takjil Pasar Sleman Unit 2 baru pertama kali digelar tahun ini. Sejak Rabu (18/2) hingga menjelang Lebaran. Para pedagang berjualan setiap hari selama Ramadan pada pukul 16.00 - 17.30.

Antusiasme pedagang dalam program ini terbilang tinggi. Tak kurang 62 pedagang meramaikan grebeg takjil Pasar Sleman Unit 2. Sebagian merupakan pedagang jajanan di pasar yang saat pagi libur karena bulan puasa. Lalu ada pedagang musiman dari warga sekitar pasar. Ditambah pedagang yang biasanya berjualan di seputaran Lapangan Pemda Sleman.

"Tiap pedagang grebeg takjil ikut  tidak dipungut retribusi apa pun," tegas pria yang kini merangkap jabatan sebagai Plt Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Perdagangan Tradisional, Disperindag Sleman.

Lebih lanjut, Bandang menyatakan bahwa grebeg takjil juga bisa menjadi ruang niaga bagi pedagang pernak-pernik Ramadan seperti kerudung, sarung, hingga pakaian muslim. Semua diakomodasi. Terutama bagi pedagang Pasar Sleman Unit 2. Agar mereka bisa menambah pendapatan. "Grebeg takjil adalah inisiasi disperindag sebagai pengembangan gempar. Jadi pasar tidak hanya untuk dini hari, sore juga bisa ramai. Momentumnya sekarang adalah Ramadan," tuturnya.

Adapun, program gempar sendiri telah digelar pada 12, 13, dan 19 Februari lalu Melibatkan pegawai seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman.

Sedikitnya 20-30 pegawai menjadi perwakilan tiap OPD. Mereka diminta datang dan berbelanja di pasar-pasar tradisional yang sudah ditentukan. Ternyata gerakan tersebut mendapat sambutan positif. Oleh karena itu, gempar dilanjutkan lewat program grebeg takjil Ramadan.

Bandang pun berencana mengundang kembali perwakilan OPD sekaligus bupati dan wakil bupati Sleman untuk turut nglarisi pedagang grebeg takjil di Pasar Sleman Unit 2. Agenda itu dijadwalkan pada 6 Maret berbarengan dengan peninjauan bangunan pasar. Ajang itu diharapkan bisa sekaligus menjadi sarana komunikasi antara pedagang dengan pemerintah.

"Kami juga akan mengajak Sembada Touring Club. Kegiatannya touring santai sambil menyambangi pasar," tambahnya.

Terpisah, Kepala UPTD Pelayanan Pasar Wilayah II Rochmad Wisnu Aji berharap, grebeg takjil di Pasar Sleman Unit 2 ini bisa sekaligus berfungsi untuk promosi dan pengenalan pasar kepada masyarakat. Agar nantinya pasar semakin ramai pengunjung yang bertransaksi pada hari-hari biasa. "Kami juga akan buat survei omzet pedagang sebagai bahan evaluasi," ucapnya. (del/yog)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#grebeg takjil Ramadan #gerakan meramaikan pasar rakyat #Pasar Sleman Unit 2 #Gempar #Disperindag Sleman #ekonomi lokal #Disperindag Kabupaten Sleman #pasar tradisional #dinas perindustrian dan perdagangan