SLEMAN – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi (2.968 mdpl) yang berada di perbatasan Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten masih tinggi. Berdasarkan laporan aktivitas gunungapi periode pengamatan 18 Februari 2026 pukul 00.00–24.00 WIB dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Merapi ditetapkan pada Level III (Siaga).
Cuaca di sekitar Merapi terpantau berawan hingga hujan dengan suhu udara 19,7–23 °C, kelembaban 52,2–92,9 persen, dan tekanan udara 870,5–914 mmHg. Curah hujan harian tercatat 9 mm. Angin bertiup lemah ke arah timur.
Gunung terlihat jelas meski sesekali tertutup kabut. Asap kawah bertekanan lemah berwarna putih dengan intensitas tebal, mencapai tinggi sekitar 50 meter di atas puncak.
Data Kegempaan
- Guguran: 127 kali, amplitudo 2–28 mm, durasi 38–204 detik.
- Low Frekuensi: 1 kali, amplitudo 4 mm, durasi 12 detik.
- Hybrid/Fase Banyak: 81 kali, amplitudo 2–37 mm, durasi 9–65 detik.
- Tektonik Jauh: 2 kali, amplitudo 2–54 mm, durasi 53–119 detik.
Selain itu, teramati 37 kali guguran lava ke arah barat daya (Kali Krasak, Kali Bebeng, dan Kali Sat/Putih) dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter.
BPPTKG menegaskan potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan–barat daya, meliputi:
- Sungai Boyong (maksimal 5 km)
- Sungai Bedog, Krasak, Bebeng (maksimal 7 km)
Baca Juga: Wujud Meritokrasi Tak Ada Ruang untuk KKN, 14 Pejabat Pemkab Magelang Dirotasi
Sektor tenggara meliputi:
- Sungai Woro (maksimal 3 km)
- Sungai Gendol (maksimal 5 km)
Jika terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Rekomendasi BPPTKG
1. Masyarakat tidak beraktivitas di daerah potensi bahaya.
2. Waspada awan panas guguran (APG) dan lahar terutama saat hujan.
3. Antisipasi gangguan abu vulkanik.
4. Tingkat aktivitas akan ditinjau kembali bila terjadi perubahan signifikan. (iwa)
Sumber: KESDM, Badan Geologi, PVMBG, BPPTKG – MAGMA Indonesia; Penyusun laporan: Erwin Widyon
Editor : Iwa Ikhwanudin