SLEMAN – Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah kembali menunjukkan peningkatan aktivitas. Dalam 24 jam terakhir (8 Desember 2025, 00.00–24.00 WIB), Badan Geologi mencatat satu kali awan panas guguran (APG) dan 98 kali guguran lava dengan jarak luncur maksimal 1.700 meter ke arah barat daya.
Berdasarkan laporan resmi Magma Indonesia (PVMBG) yang dirilis pada 9 Desember 2025, awan panas guguran terekam pada seismogram dengan amplitudo 13 mm dan durasi 131,51 detik. Asap kawah teramati berwarna putih tebal setinggi 15–50 meter di atas puncak.
Data Kegempaan 24 Jam Terakhir:
- Awan Panas Guguran: 1 kali
- Guguran: 98 kali (amplitudo 2–26 mm)
- Hybrid/Fase Banyak: 47 kali
- Vulkanik Dangkal: 1 kali
- Tektonik Jauh: 1 kali
Cuaca di sekitar gunung cerah hingga mendung, suhu udara 17,7–25,3°C, dengan curah hujan 16 mm/hari.
Status Tetap Level III (Siaga)
Gunung Merapi masih berada pada Level III (Siaga) sejak 5 November 2020.
Potensi bahaya utama berupa:
- Guguran lava dan awan panas di sektor selatan-barat daya (Kali Boyong maks. 5 km, Kali Krasak-Bebeng-Bedog maks. 7 km)
- Sektor tenggara (Kali Woro maks. 3 km, Kali Gendol maks. 5 km)
- Lontaran batu pijar hingga radius 3 km jika terjadi letusan eksplosif
PVMBG menegaskan suplai magma masih berlangsung dan dapat memicu awan panas guguran kapan saja di dalam wilayah potensi bahaya.
Rekomendasi Resmi kepada Masyarakat:
1. Dilarang melakukan segala aktivitas di daerah potensi bahaya (KRB III)
2. Waspadai bahaya lahar hujan, terutama di hulu sungai yang berhulu di Merapi saat hujan deras
3. Siapkan masker atau kain penutup hidung untuk mengantisipasi abu vulkanik
4. Ikuti informasi resmi dari pemerintah daerah dan BPBD setempat
“Jika terjadi perubahan signifikan, status aktivitas akan segera ditinjau ulang,” tulis PVMBG dalam laporannya.
Masyarakat diimbau tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan, terutama yang bermukim di wilayah KRB III Kabupaten Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten.
Pantau terus perkembangan aktivitas Gunung Merapi melalui situs resmi Magma Indonesia: https://magma.esdm.go.id. (iwa)
Baca Juga: Usai 32 Tahun Mengabdi di UMS, Prof Sofyan Anif Kini Pimpin Unimugo
#GunungMerapi #AwanPanas #SiagaMerapi #Vulkanologi #Jogja #Magelang
Editor : Iwa Ikhwanudin