Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pilkada Sleman 2024 Potensi Melawan Kotak Kosong, PKS Beri Sinyal Tinggalkan Kustini, Susul PKB Balik Gabung Koalisi Dukung Harda-Danang

Delima Purnamasari • Selasa, 20 Agustus 2024 | 15:10 WIB
Pilkada Sleman 2024 Potensi Melawan Kotak Kosong.
Pilkada Sleman 2024 Potensi Melawan Kotak Kosong.

 


RADAR JOGJA - Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo terancam tak bisa maju dalam bursa Pilkada 27 November 2024. Mitra koalisi yang dibangun partai pengusungnya PAN, satu per satu meninggalkan Kustini.


Setelah PKB menyeberang mendukung Harda Kiswaya-Danang Maharsa, sinyal serupa juga ditunjukan PKS. Satu-satunya mitra koalisi PAN yang tersisa itu terlihat mulai goyah.
Meski belum terang-terangan, PKS mulai ancang-ancang menyusul langkah politik PKB. “Dalam dunia politik semua kemungkinan bisa terjadi," ingat Ketua DPD PKS Sleman Indra Gumilar Senin (19/8).


Indra mengatakan, partainya selama ini menjalin komunikasi politik dengan semua kalangan. Itu pula yang dilakukan dengan Koalisi Sleman Bersatu yang belakangan setelah PDI Perjuangan bergabung berubah nama menjadi Koalisi Sleman Baru (KSB). Koalisi lima partai yang meliputi Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai NasDem dan PPP plus PDI Perjuangan sepakat mengusung duet Harda-Danang.


Sebelum PDI Perjuangan bergabung, PKS ikut dalam KSB. Bahkan saat deklarasi dukungan terhadap Harda sebagai calon bupati Sleman di halaman kantor DPD Partai Golkar Sleman pada Kamis (18/7) lalu, perwakilan PKS ikut hadir.


“Kami masih berkomunikasi dengan semua pihak, termasuk dengan KSB,” tutur alumnus Jurusan Geografi Perencanaan Pengembangan Wilayah UGM ini.


Secara formal, Indra menegaskan, PKS belum pernah menyatakan keluar dari KSB. Rencana berpamitan secara resmi dengan KSB sampai sekarang belum dilakukan. “Kami belum menemukan waktu yang tepat untuk berpamitan,” kilah politisi yang menamatkan pendidikan menengah atas di SMUN 1 Majalengka, Jawa Barat ini.


Seperti diketahui, DPP PKS telah mengeluarkan rekomendasi mendukung Kustini Sri Purnomo sebagai calon bupati Sleman. Rekomendasi nomor 629.15.4.A/SKEP/DPP-PKS/2024 ditandatangani Presiden PKS Ahmad Syaikhu belum menyebut calon wakil bupati yang menjadi pasangan Kustini. Belum adanya calon bupati pendamping Kustini itu membuka peluang bagi PKS balik arah. Kembali ke pangkuan KSB.


Tentang langkah politik selanjutnya, lagi-lagi Indra mengaku masih menunggu pernyataan resmi dari DPC PKB Sleman. Berdasarkan informasi, keterangan PKB akan disampaikan Rabu (21/8) besok. “Kami menunggu saja,” ungkap Indra.


Sebagai petahana, awalnya Kustini mengantongi dukungan sebanyak 19 kursi dari PAN, PKB, dan PKS. Dengan turunnya rekomendasi DPP PKB diteken Ketua Umum Muhaimin Iskandar dan Sekjen Hasanuddin Wahid yang mendukung pasangan Harda-Danang, dukungan bagi Kustini berkurang 7 kursi. PAN dan PKS tinggal menyisakan 12 kursi.


Bila nantinya PKS benar-benar mengikuti langkah politik PKB bergabung ke KSB, praktis pengusung Kustini tinggal PAN yang hanya punya 6 kursi. Tidak cukup untuk memenuhi syarat mendaftar ke KPU yang harus diusung partai atau koalisi partai dengan jumlah minimal 10 kursi.


Kalau itu terjadi, maka duet Harda-Danang berpotensi melawan kotak kosong. Koordinator KSB Sukaptana mengatakan, melawan kotak kosong dalam kontestasi politik dewasa ini hal yang wajar. "Namanya dinamika politik. Perlu komunikasi dan pendekatan," ucapnya seperti memberikan nasihat politik. 


Disinggung kemungkinan PKS kembali bergabung ke KSB, Sukaptana tak mau sebelum semua rekomendasi turun. "Lihat perkembangan saja dulu," kelitnya.
Terpisah, Harda Kiswaya sebagai calon bupati yang diusung KSB berharap apapun yang terjadi dalam proses pilkada berjalan lancar. “Semoga dimudahkan Allah SWT,” tuturnya.


Senada dengan Sukaptana, Harda juga tak ingin berspekulasi. Misalnya harus menghadapi kotak kosong. Pria yang tinggal di Sidoagung, Godean, Sleman, itu mengatakan, kalaupun itu yang terjadi dia telah menyiapkan strategi khusus. Menjaring lebih dari 50 persen suara sah demi memenangkan Pilkada Sleman. (cr1/kus/laz)

Editor : Satria Pradika
#Bupati Sleman #Danang Maharsa #Kustini Sri Purnomo #Pilkada #terancam tak bisa maju #PAN #PKB #PKS #PDI Perjuangan #Harda Kiswaya