RADAR JOGJA - Puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Sleman ke-108 resmi dilaksanakan pada Rabu (15/5). Di Lapangan Denggung, digelar upacara peringatan Hari Jadi Kabupaten Sleman ke-108.
Saat upacara tersebut ratusan peserta menggunakan pakaian tradisional Kejawen Mataraman Jangkep. Serta dimeriahkan tarian tradisional Badui Tongkat Tingkat Setingkat.
Selaku inspektur upacara, Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X mengatakan, momentum Hari Jadi Kabupaten Sleman ke-108 diharapkan menjadi momentum bagi pemerintah untuk lebih bersinergi dengan masyarakat.
Khususnya untuk berkarya membangun masyarakat, bangsa, dan negara yang lebih baik lagi. “Dengan semangat gumregah-gumreget lan gumregut sengkud,” ujar Paku Alam X membacakan amanat dari Gubernur DIY.
Berbagai kegiatan pun digelar, salah satu yang cukup menarik perhatian masyarakat adalah festival bregada yang dilaksanakan di Lapangan Denggung. Adapun festival bregada sendiri diikuti prajurit tradisional dari 17 kapanewon di kabupaten Sleman. Kegiatannya diawali pada pagi hari di Lapangan Pemda Sleman dan dilanjutkan kirab untuk mengiringi Pusaka Tumbak Kyai Turun Sih hingga Lapangan Denggung.
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyampaikan, penyelenggaraan festival bregada diharapkan dapat menjadi suatu upaya untuk menjaga eksistensi prajurit tradisional di kabupaten Sleman. Sebab dengan terus lestarinya bregada merupakan suatu bentuk penghargaan terhadap semangat juang prajurit keraton.
Kustini pun mendorong, agar para peserta festival bregada dapat terus berupaya mengaktualisasi budaya Jawa. Sehingga kemudian warisan budaya dan adat istiadat lokal di Sleman dapat terus lestari dan dikenal dunia luas.
“Eksistensi bregada pada saat ini adalah representasi dari penghargaan dan penghormatan terhadap semangat juang, nasionalisme dan patriotisme dari prajurit keraton,” ucapnya.
Sebelumnya, Ketua Panitia Hari Jadi Kabupaten Sleman ke-108 Raden Haris Martapa mengungkapkan, tema tahun ini diangkat Greget Nyawiji lan Hangayomi Sesarengan Mbangun Sleman. Adapun maknanya untuk meningkatkan gotong royong masyarakat agar Sleman menjadi rumah bersama.
Haris menyebut, dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Sleman pihaknya juga berharap agar masyarakat ikut berpartisipasi. Yakni dengan memasang umbul-umbul dan hiasan mulai tanggal 5 April sampai dengan 17 Mei 2024.
Lalu juga memasang bendera merah putih satu tiang penuh mulai tanggal 1 Mei sampai dengan 17 Mei 2024. Disamping itu, juga melaksanakan gotong royong membersihkan sarana prasarana kantor masing-masing pada minggu pertama Mei.(inu/pra)