SLEMAN - Teramati, Gunung Merapi mengeluarkan satu kali guguran lava ke arah Kali Bebeng dengan jarak luncur 700 meter.
Demikian laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).
Periode pengamatan Jumat 5 April 2024 pukul 00.00-24.00 WIB.
Baca Juga: Kurang Disukai Karena Berasa Pahit, Ini Dia 3 Manfaat Bunga Pepaya bagi Kesehatan
Cuaca di Gunung Merapi berawan, dan mendung.
Angin bertiup tenang ke arah timur.
Suhu udara 16-24.5 °C, kelembaban udara 50-99 %, dan tekanan udara 768-918.5 mmHg.
Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 50 m di atas puncak kawah.
Tingkat aktivitas Gunung Merapi masih berada di level III (siaga).
Atas kondisi tersebut, BPPTKG mengeluarkan rekomendasi sebagai berikut:
1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Baca Juga: Lima Terdakwa Mafia Bola Divonis 45 Hari hingga 5 Bulan, Tiga Lainnya Belum Ada Putusan
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
3. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
Baca Juga: Mengenal Fakta Jeruk Nagami, Bagi Masyarakat Tionghoa Adalah Simbol Keberuntungan
4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
5. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin