RADAR JOGJA - Selain panorama alam yang indah, ada pesona lain yang dimiliki Bukit Turgo. Yaitu terdapat petilasan yang dipercaya sebagai makam Syekh Jumadil Qubro. Dia adalah tokoh peyebar agama Islam di tanah Jawa sebelum era Wali Songo.
"Itu memang makam. Beliau muksa atau meninggal dengan cara menghilang di puncak bukit itu," kata Yuwono salah seorang linmas Kaliurang Barat, Hargobinangun, Pakem, Sleman.
Bukit Turgo berada di sebelah tenggara Gunung Merapi. Masuk di wilayah Dusun Turgo, Pakem, Sleman. Ketinggiannya sekitar 1.200 mdpl. Akses jalannya terbilang cukup mudah.
Terdapat anak tangga yang tersedia dari area parkir hingga puncak. Ada juga pos-pos untuk beristirahat di beberapa titik pendakian. Kini, bukit di sebelah barat Bukit Plawangan yang merupakan bagian dari sisa Merapi tua itu dilengkapi lampu penerangan. Sehingga menambah kenyamanan bagi para wisatawan.
Pada bulan ini, peziarah yang menapaki Bukit Turgo cukup ramai. Mereka datang dari berbagai daerah. Mengirim doa sekaligus membersihkan makam sebelum memasuki bulan Ramadan. “Saya datang dari Kulon Progo. Dekat Pasar Cikli,” kata Dwi Fajar, Dwi Fajar salah seorang peziarah yang sedang mendaki Turgo pada akhir bulan Februari lalu.
Ini adalah kali kedua Fajar menaiki Turgo. Kebetulan kan dalam kalender Jawa sekarang masih Ruwah, jadi momennya pas,” sambungnya.
Fajar menyebut, kondisi jalan dahulu tidak sebagus sekarang. Bahkan dalam ingatannya, hanya tanah dan tidak ada anak tangga. Membuat jalan lebih terjal dan licin.
Akses jalan beserta lampu penerangan jalan dibangun pada masa pandemi lalu. Salah satu tokoh dibalik pembangunannya adalah Gus Muwafiq. Selain makam Syekh Jumadil Qubro, juga terdapat gua jepang di sana. Apabila beruntung, peziarah dapat menyaksikan Gunung Merapi yang sangat jelas dari puncak Turgo. Namun, apabila sudah memasuki sore hari, kabut tebal mulai turun.
Terdapat banyak vegetasi yang masih alami di sana. Kawanan kera ekor panjang juga sesekali terlihat mencari rambutan yang cukup banyak tumbuh di sana. Salah seorang peziarah lain bernama Armanto. Berasal dari Purworejo, Jawa Tengah mengungkapkan kekagumannya. Baginya, wisata di lereng Merapi itu komplet. “Di sini ada wisata religi Bukit Turgo. Di timurnya ada wisata petualangan lava tour Cangkringan. Di tengah-tengah ada Kaliurang dengan pondok-pondok wisatanya untuk beristirahat. Syahdu,” bebernya sambil menyeruput teh asli Turgo di sebuah gubuk warung pada area parkir Turgo. (hep/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita