SLEMAN - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian PUPR telah meresmikan bangunan rumah susun (rusun) asrama mahasiswa Politeknik Kesehatan (Poltekes) Kemenkes DIY pada Rabu (31/1).
Institusi pendidikan itupun kini siap untuk menyerap mahasiswa dari dalam dan luar negeri.
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan, dengan sudah diresmikannya bangunan rusun asrama mahasiswa Poltekes Kemenkes DIY diharapkan dapat menyerap mahasiswa dari berbagai daerah.
Sehingga kemudian, nantinya dapat tercetak lebih banyak tenaga kesehatan di Indonesia yang mampu melayani daerahnya masing-masing.
Dia pun ingin, Poltekes Kemenkes DIY juga dapat menampung mahasiswa dari luar negeri.
Sebab, hal tersebut merupakan salah satu bukti kalau pendidikan kesehatan di Indonesia berkualitas dan diakui oleh dunia.
Lebih lanjut, Budi menilai, kalau asrama yang dibangun oleh Kementerian PUPR itu tidak memerlukan biaya yang tinggi.
Namun, tetap memiliki spesifikasi bangunan yang cukup bagus dan proses pengerjaannya sangat cepat.
“Disini kita juga ingin mendidik mahasiswa kesehatan di Indonesia agar menjadi perawat dan bidan yang bisa kerja di luar negeri,” ujar Budi disela peresmian.
Sementara itu, Menteri PUPR RI Basuki Hadimuljono menyatakan, bahwa pembangunan rusun asrama mahasiswa Poltekes Kemenkes DIY menghabiskan anggaran Rp 22 miliar.
Meliputi pembangunan fisik bangunan asrama sebesar Rp 19 miliar dan pengadaan mebel senilai Rp 2 miliar.
Basuki menerangkan, kalau model bangunan di Poltekes Kemenkes DIY itu juga akan diduplikasi untuk pembangunan asrama mahasiswa poltekes di seluruh Indonesia.
Sehingga kemudian dapat merekrut lebih banyak mahasiswa. Agar dapat mencukupi kebutuhan tenaga kesehatan di Indonesia.
“Rencana akan diduplikasi di Medan, sehingga dapat merekrut mahasiswa lebih banyak serta agar poltekes-poltekes lebih aktif,” ungkap Basuki. (inu)