Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tas dan Aksesori Kulit Lurik dari Sleman, MARS Genuine Leather Tembus Pasar Ekspor

D
Penulis: Delima Purnamasari❯
Pemilik usaha MARS Genuine Leather, Heni Sulistyawati. Dokumentasi pribadi
Pemilik usaha MARS Genuine Leather, Heni Sulistyawati. Dokumentasi pribadi

Advertisement

SLEMAN - Perpaduan kulit sapi dan lurik khas Jogja menjadi daya tarik MARS Genuine Leather, industri kecil dan menengah (IKM) asal Turi, Kabupaten Sleman. Melalui tas dan aksesori, usaha ini menghadirkan produk dengan material berkualitas, desain menarik, serta sentuhan budaya lokal.

Bagi MARS Genuine Leather, lurik bukan sekadar pemanis tampilan. Kain tradisional ini memberi karakter sekaligus membawa identitas budaya Jogja ke dalam produk yang mengikuti kebutuhan pasar. Perpaduan kulit dan lurik menjadikan koleksi tas serta aksesori MARS Genuine Leather tampil unik dan berbeda.

Pemilik MARS Genuine Leather Heni Sulistyawati menjelaskan bahwa penggunaan lurik merupakan bentuk inovasi tanpa meninggalkan tradisi. Dalam  proses produksi, usaha ini memanfaatkan mesin laser untuk menghasilkan potongan bahan yang lebih presisi. Teknologi mendukung pengerjaan, sementara budaya lokal tetap menjadi identitas produk.

"Kami tidak mau meninggalkan tradisi jadi tetap memasukkan unsur-unsur budaya seperti lurik. Untuk luriknya kami ambil dari beberapa perajin di Jogja," katanya.

Pilihan lurik juga dikembangkan agar produk tampil lebih segar. Jika selama ini lurik identik dengan warna hitam dan cokelat, Heni menghadirkan pilihan warna yang lebih beragam. Paduan warna tersebut memberi kesan modern dan membedakan produknya dari tas kulit pada umumnya.

Advertisement

Kreativitas itu tidak berhenti pada tas. Lurik juga diaplikasikan pada dompet dan aksesori, memberi konsumen lebih banyak pilihan untuk mencari hadiah berciri khas Jogja. Salah satu produk yang banyak diminati ialah gantungan kunci seharga Rp35.000, yang kini menjadi produk terlaris.

"Untuk segmen kami memang lebih ke perempuan, jadi kebanyakan produknya yang lucu-lucu gitu," sebutnya.

Inovasi desain dan pemanfaatan material lokal turut membuka peluang pasar lebih luas. Produk Heni telah diekspor ke sejumlah negara, antara lain Singapura, Jepang, Jerman, dan Taiwan. Capaian ini memperlihatkan bahwa karya IKM Sleman dengan identitas lokal mampu menarik perhatian pasar internasional.

Perpaduan kulit sapi, lurik pilihan, dan desain menjadi kekuatan MARS Genuine Leather. Produknya menjadi pilihan bagi konsumen yang menginginkan tas atau aksesori berkarakter, sekaligus mendukung produk lokal dan perajin lurik Jogja.

Untuk melihat koleksi dan membeli produk, konsumen dapat mengunjungi situs marsgenuineleather.id atau akun Instagram @m.a.r.sgenuine. MARS Genuine Leather menyediakan produk siap beli serta menerima pesanan kustom sesuai keinginan pelanggan. (del/eno)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

 Sleman Catat Ada 109 Kasus DBD, Waspada Pergantian Musim Terutama Wilayah Perkotaan

Sleman Catat Ada 109 Kasus DBD, Waspada Pergantian Musim Terutama Wilayah Perkotaan

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman mencatat 109 kasus demam berdarah dengue (DBD) dan 341 kasus untuk demam dengue (DD) hingga Oktober 2026. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan dan pencegahan penularan ..

Menang Telak 6-0 dari PSGS di League Cup Jadi Tambahan Motivasi PSS Sleman di Super League

Menang Telak 6-0 dari PSGS di League Cup Jadi Tambahan Motivasi PSS Sleman di Super League

Kemenangan perdana dengan skor telak 6-0 saat menjamu PSGC Ciamis di ajang League Cup di Maguwoharjo International Stadium (MagIS), Rabu (4/11) sore lalu, benar-benar menjadi angin segar Laskar Sembada. Sebab, hasil itu

Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra Nyalakan Alarm Siaga Satu; Seluruh Elemen Tim Harus Segera Bangkit

Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra Nyalakan Alarm Siaga Satu; Seluruh Elemen Tim Harus Segera Bangkit

Performa minor yang ditunjukkan Laskar Sembada di awal musim kompetisi Super League 2026/2027 memaksa jajaran pelatih mengambil langkah tegas.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer