Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hadapi Efisiensi, Dewan Minta Pemkot Jogja Tetap Prioritaskan Sektor Pendidikan hingga Sampah

IG
Pejalan kaki melintas di dekat sampah berupa kasur di trotoar Jalan Cendana, Kota Jogja, Kamis (5/11/2026). Pemenuhan hak dasar masyarakat di bidang pendidikan, kesehatan, dan pengelolaan sampah harus tetap menjadi prioritas pada 2027, meski di tengah potensi efisiensi anggaran. Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja
Pejalan kaki melintas di dekat sampah berupa kasur di trotoar Jalan Cendana, Kota Jogja, Kamis (5/11/2026). Pemenuhan hak dasar masyarakat di bidang pendidikan, kesehatan, dan pengelolaan sampah harus tetap menjadi prioritas pada 2027, meski di tengah potensi efisiensi anggaran. Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja


Advertisement

JOGJA - DPRD Kota Jogja meminta Pemkot Jogja tetap memprioritaskan sektor pendidikan, kesehatan, dan persampahan dalam menghadapi efisiensi anggaran 2027. Ketiga sektor tersebut dinilai menyangkut kebutuhan dasar masyarakat sehingga tidak boleh dikesampingkan.

Ketua DPRD Kota Jogja Wisnu Sabdono Putro mengatakan, tiga sektor tersebut merupakan hajat hidup masyarakat. Sehingga tidak boleh dikesampingkan meskipun dihadapkan efisiensi anggaran.

“Sektor pelayanan publik hingga pengelolaan lingkungan hidup harus mendapatkan porsi perhatian yang lebih optimal agar dampaknya dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat,” ujar Wisnu, Kamis (5/11/2026).

Politisi PDI Perjuangan itu juga mendorong agar pemkot mulai menyiapkan perencanaan yang matang menghadapi tahun depan. Pasalnya, tantangan yang dihadapi tidak hanya efisiensi anggaran. Namun, kondisi global dan dinamika keuangan daerah bakal menjadi hambatan yang dihadapi oleh pemerintah.

Wisnu mendorong agar eksekutif tidak hanya bergantung pada sektor pendapatan yang sudah ada. Tetapi wajib mulai berinovasi dengan memetakan potensi-potensi daerah yang bisa menjadi ceruk pendapatan. 

Advertisement

Menurutnya, situasi efisiensi anggaran bisa menjadi momentum bagi pemkot untuk memutar otak menciptakan sumber-sumber pendapatan baru. Supaya kemampuan pembiayaan daerah bisa lebih mandiri atau tidak lagi harus bergantung pada transfer pusat.

Berdasarkan hasil pengamatan dewan, capaian pendapatan asli daerah (PAD) mulai menunjukkan hasil positif. Kendati begitu perlu ada upaya intensifikasi dan ekstensifikasi optimalisasi pengelolaan aset. Strategi tersebut merupakan langkah yang paling bijak. Lantaran tidak langsung membebani masyarakat dengan menaikkan pajak.

“Menaikkan PAD juga tidak semata-mata meningkatkan beban wajib pajak. Jangan sampai mengganggu daya beli masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengaku telah memiliki sejumlah strategi menghadapi efisiensi tahun depan dengan tidak mengesampingkan kebutuhan utama masyarakat. Khususnya pada sektor pendidikan, pengelolaan sampah dan kesehatan.

Guna menyiasati keterbatasan anggaran, pemkot akan mengurangi proyek-proyek pembangunan fisik berskala besar yang memakan biaya tinggi. Seperti pembangunan jalan baru maupun destinasi baru. 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Malioboro Perlu Dilengkapi Sarpras Mitigasi, DPRD Kota Jogja Bahas Raperda Ripparda 2026–2045

Malioboro Perlu Dilengkapi Sarpras Mitigasi, DPRD Kota Jogja Bahas Raperda Ripparda 2026–2045

DPRD Kota Jogja mendorong penguatan aspek keamanan di destinasi wisata favorit, khususnya kawasan Malioboro. Upaya tersebut akan dimasukkan dalam pembahasan Raperda Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah ..

Perwira Polda DIY Mutasi Jabatan; Kombes Yani Jadi Dirreskrimum, Ihsan Kapolresta Jogja

Perwira Polda DIY Mutasi Jabatan; Kombes Yani Jadi Dirreskrimum, Ihsan Kapolresta Jogja

Sejumlah perwira menengah di lingkungan Polda DIY mengalami mutasi jabatan. Ini berdasarkan Surat Telegram Kapolri tertanggal 2 November. Serah terima jabatan pun dilaksanakan di Mapolda DIY, Ring Road Utara, Condongcat

Harga Tepung Kanji Melonjak Rp19 Ribu, Penjual Cilok di Jogja Menjerit

Harga Tepung Kanji Melonjak Rp19 Ribu, Penjual Cilok di Jogja Menjerit

Kenaikan harga tepung kanji hingga Rp19.000 per kg membuat pedagang cilok dan sotong di Kota Jogja pasrah. Porsi tak dikurangi, namun margin keuntungan merosot tajam akibat tingginya modal produksi.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer