Hadapi Efisiensi, Dewan Minta Pemkot Jogja Tetap Prioritaskan Sektor Pendidikan hingga Sampah

JOGJA - DPRD Kota Jogja meminta Pemkot Jogja tetap memprioritaskan sektor pendidikan, kesehatan, dan persampahan dalam menghadapi efisiensi anggaran 2027. Ketiga sektor tersebut dinilai menyangkut kebutuhan dasar masyarakat sehingga tidak boleh dikesampingkan.
Ketua DPRD Kota Jogja Wisnu Sabdono Putro mengatakan, tiga sektor tersebut merupakan hajat hidup masyarakat. Sehingga tidak boleh dikesampingkan meskipun dihadapkan efisiensi anggaran.
“Sektor pelayanan publik hingga pengelolaan lingkungan hidup harus mendapatkan porsi perhatian yang lebih optimal agar dampaknya dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat,” ujar Wisnu, Kamis (5/11/2026).
Baca Juga: Faktor Biaya dan Istithaah, Enam CJH asal Gunungkidul Terpaksa Tunda Naik Haji
Politisi PDI Perjuangan itu juga mendorong agar pemkot mulai menyiapkan perencanaan yang matang menghadapi tahun depan. Pasalnya, tantangan yang dihadapi tidak hanya efisiensi anggaran. Namun, kondisi global dan dinamika keuangan daerah bakal menjadi hambatan yang dihadapi oleh pemerintah.
Wisnu mendorong agar eksekutif tidak hanya bergantung pada sektor pendapatan yang sudah ada. Tetapi wajib mulai berinovasi dengan memetakan potensi-potensi daerah yang bisa menjadi ceruk pendapatan.
Menurutnya, situasi efisiensi anggaran bisa menjadi momentum bagi pemkot untuk memutar otak menciptakan sumber-sumber pendapatan baru. Supaya kemampuan pembiayaan daerah bisa lebih mandiri atau tidak lagi harus bergantung pada transfer pusat.
Baca Juga: KAI Daop 6 Yogyakarta Bakal Operasikan KA Pandawa Relasi Yogyakarta-Semarang Per 1 Desember
Berdasarkan hasil pengamatan dewan, capaian pendapatan asli daerah (PAD) mulai menunjukkan hasil positif. Kendati begitu perlu ada upaya intensifikasi dan ekstensifikasi optimalisasi pengelolaan aset. Strategi tersebut merupakan langkah yang paling bijak. Lantaran tidak langsung membebani masyarakat dengan menaikkan pajak.
“Menaikkan PAD juga tidak semata-mata meningkatkan beban wajib pajak. Jangan sampai mengganggu daya beli masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengaku telah memiliki sejumlah strategi menghadapi efisiensi tahun depan dengan tidak mengesampingkan kebutuhan utama masyarakat. Khususnya pada sektor pendidikan, pengelolaan sampah dan kesehatan.
Baca Juga: Berpotensi Kriminalisasi, Hentikan Pemeriksaan Megenta Mahasiswi ISI: Begini Pernyataan JPW!
Guna menyiasati keterbatasan anggaran, pemkot akan mengurangi proyek-proyek pembangunan fisik berskala besar yang memakan biaya tinggi. Seperti pembangunan jalan baru maupun destinasi baru.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




