Sleman Catat Ada 109 Kasus DBD, Waspada Pergantian Musim Terutama Wilayah Perkotaan

SLEMAN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman mencatat 109 kasus demam berdarah dengue (DBD) dan 341 kasus untuk demam dengue (DD) hingga Oktober 2026. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan dan pencegahan penularan seiring pergantian musim.
Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinkes Kabupaten Sleman Khamidah Yuliati mengatakan, meski tidak ada kematian yang dilaporkan, wilayah perkotaan tetap jadi perhatian karena kawasan padat penduduk yang memang disenangi oleh nyamuk aedes aegypti.
“Di Kapanewon Depok misalnya, tercatat ada 20 kasus. Diikuti dengan Kapanewon Gamping dan Kapanewon Mlati dengan masing-masing 13 kasus,” katanya dalam jumpa pers di Rumah Dinas Bupati, Kamis (5/11/2026).
Baca Juga: Leptospirosis di DIY Tembus 576 Kasus, 23 Orang Meninggal, Bantul Sumbang Angka Tertinggi
Yuli meminta masyarakat waspada apabila mengalami demam tinggi mendadak, sakit kepala, nyeri otot, dan mual. Begitu juga ketika muncul tanda peringatan, seperti nyeri perut hebat, muntah terus-menerus, perdarahan, lemas berat, maupun tangan dan kaki.
"Demam yang mulai turun tidak selalu berarti pasien DBD sudah sembuh. Pada sebagian pasien, fase kritis justru dapat terjadi ketika demam mereda," ujarnya.
Yuli menerangkan, pergantian musim bukan berarti setiap penyakit pasti meningkat. Namun, perubahan kondisi lingkungan dan perilaku masyarakat dapat memengaruhi risiko penularan penyakit.
"Kewaspadaan, pencegahan, dan deteksi dini menjadi langkah penting untuk melindungi kesehatan masyarakat," jelasnya.
Baca Juga: Menang Telak 6-0 dari PSGS di League Cup Jadi Tambahan Motivasi PSS Sleman di Super League
Kasus DBD di Bumi Sembada dia sebut telah mengalami penurunan sejak 2020. Hal ini berkat adanya teknologi wolbachia yang melumpuhkan virus dengue agar tidak bisa berkembang biak dan menular ke manusia. Hanya, dia sebut sempat terjadi peningkatan kasus akibat fenomena el nino pada 2024.
"Untuk itu kami mengajak masyarakat untuk melakukan pemeriksaan jentik secara rutin," tegasnya. (del/wia)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




