Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Harga Cabai Rawit Makin Pedas, Tembus Rp70 Ribu Per Kilogram di Sleman

S
Penulis: Safinatun Najah❯
Menteri Perdagangan Budi Santoso meninjau harga bahan pokok di Pasar Potrojayan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (Dok. ANTARA)
Menteri Perdagangan Budi Santoso meninjau harga bahan pokok di Pasar Potrojayan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (Dok. ANTARA)

Advertisement

SLEMAN  — Harga cabai rawit menjadi salah satu komoditas pangan yang mengalami kenaikan pada pekan ketiga September 2026. Di Pasar Potrojayan, Prambanan, Sleman, harga cabai rawit tercatat mencapai Rp70.000 per kilogram, berada di atas harga acuan pemerintah sebesar Rp57.000 per kilogram.

Kondisi tersebut diketahui saat Menteri Perdagangan Budi Santoso melakukan peninjauan langsung harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Potrojayan, Sleman, Senin (21/9/2026). Dalam kunjungan tersebut, Mendag berdialog dengan pedagang sekaligus mengecek harga sejumlah komoditas yang dibutuhkan masyarakat.

Budi Santoso menyebut cabai rawit dijual sekitar Rp70.000 per kilogram, sedangkan harga acuan berada di angka Rp57.000 per kilogram. Kondisi ini berbeda dengan sejumlah komoditas lain yang masih berada dalam kisaran harga acuan.

Advertisement

Cabai besar, misalnya, terpantau berada di harga sekitar Rp50.000 per kilogram, sementara harga acuannya Rp55.000. Bawang merah dijual sekitar Rp32.000 hingga Rp35.000 per kilogram, sedangkan harga acuannya Rp39.000.

Komoditas telur juga tercatat sekitar Rp26.000 per kilogram, sementara daging ayam berada di kisaran Rp38.000 per kilogram. Dengan demikian, kenaikan yang paling menonjol dalam pemantauan tersebut terdapat pada cabai rawit.

Advertisement

Kenaikan harga cabai rawit tidak hanya terjadi di satu wilayah. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada minggu ketiga September 2026 terdapat 265 kabupaten/kota atau sekitar 73,61 persen wilayah yang mengalami kenaikan harga cabai rawit.

BPS mencatat kenaikan tersebut telah berlangsung selama empat minggu terakhir dan jumlah daerah yang terdampak terus bertambah. Pada minggu ketiga September, kenaikan harga cabai rawit secara nasional mencapai 29,85 persen.

Harga rata-rata nasional cabai rawit tercatat Rp77.596 per kilogram, sedangkan harga acuan pemerintah berada di angka Rp57.000 per kilogram. Artinya, secara rata-rata nasional harga cabai rawit berada sekitar 36 persen di atas harga acuan tersebut.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan pemerintah berupaya menjaga agar harga bahan pokok berada pada tingkat yang wajar. Menurutnya, harga yang terlalu rendah dapat merugikan produsen karena tidak sebanding dengan biaya produksi, sedangkan harga yang terlalu tinggi dapat membebani konsumen.

Kenaikan harga cabai menjadi perhatian karena cabai merupakan salah satu bahan yang banyak digunakan masyarakat dalam kebutuhan sehari-hari. Perubahan harga komoditas tersebut dapat dirasakan mulai dari rumah tangga hingga pelaku usaha makanan.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Cuaca Ekstrem Tekan Produksi, Pemerintah Guyur Pasokan Cabai ke Daerah Defisit

Cuaca Ekstrem Tekan Produksi, Pemerintah Guyur Pasokan Cabai ke Daerah Defisit

Lonjakan harga berbagai jenis cabai yang terjadi di sejumlah wilayah tanah air belakangan ini dipicu oleh faktor cuaca ekstrem dan fenomena kemarau panjang yang mengganggu tingkat produktivitas petani. Kondisi...

Harga Cabai Samas Tinggi Tembus Rp 48 Ribu Per Kg, Petani Dibayangi Hama dan Pencurian

Harga Cabai Samas Tinggi Tembus Rp 48 Ribu Per Kg, Petani Dibayangi Hama dan Pencurian

Harga cabai di lahan pasir Pantai Samas, Kabupaten Bantul, masih bertahan tinggi. Cabai merah besar dijual Rp 31 ribu per kilogram, sedangkan cabai merah keriting mencapai Rp 48 ribu per kilogram. ...

Harga Cabai di Kulon Progo Naik Rp 25 Ribu, Pasokan Menipis karena Kemarau dan Terserang Penyakit

Harga Cabai di Kulon Progo Naik Rp 25 Ribu, Pasokan Menipis karena Kemarau dan Terserang Penyakit

Pasokan cabai di sejumlah pasar tradisional Kulon Progo mulai menipis. Kondisi tersebut dipicu tanaman cabai di sejumlah sentra produksi terserang penyakit, diperparah kondisi kemarau yang membuat hasil panen tidak ...

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer