Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cuaca Ekstrem Tekan Produksi, Pemerintah Guyur Pasokan Cabai ke Daerah Defisit

R
Penulis: Rayhan Nafi Ulwan❯
Aneka cabai dijajakan di sebuah pasar di Jakarta. (Dok: Istimewa)
Aneka cabai dijajakan di sebuah pasar di Jakarta. (Dok: Istimewa)

Advertisement

 

RADAR JOGJA - Lonjakan harga berbagai jenis cabai yang terjadi di sejumlah wilayah tanah air belakangan ini dipicu oleh faktor cuaca ekstrem dan fenomena kemarau panjang yang mengganggu tingkat produktivitas petani.

Kondisi penurunan hasil panen tersebut kian diperberat oleh jalur rantai pasok antardaerah yang belum merata, sehingga disparitas harga di tingkat konsumen terpantau cukup signifikan.

Advertisement

Kenaikan paling tajam tercatat pada komoditas cabai rawit merah yang sempat menembus angka rata-rata Rp124.400 per kilogram atau naik sebesar 23,72 persen, jauh melampaui Harga Acuan Pemerintah (HAP) yang dipatok sebesar Rp 57.000 per kilogram.

Lonjakan serupa turut melanda cabai merah keriting yang merangkak naik sekitar 21,17 persen hingga menyentuh kisaran Rp 101.900 sampai Rp 105.600 per kilogram.

Advertisement

Cabai merah besar yang mencapai Rp 91.250 per kilogram, kendati harga cabai rawit hijau sempat terpantau turun tipis ke level Rp 52.500 per kilogram.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menjelaskan bahwa dinamika pergerakan harga komoditas hortikultura tersebut bermula dari kendala iklim yang mempengaruhi masa tanam dan panen di sentra-sentra produksi.

“Memang cabai rawit, kemudian cabai keriting, cabai rawit merah sedikit mengalami kenaikan. Itu karena memang faktor cuaca,” kata Budi seusai menghadiri Rapat Koordinasi Terbatas di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Guna meredam fluktuasi harga di daerah yang mengalami defisit pasokan, otoritas perdagangan bersama instansi terkait bergerak cepat dengan mengoptimalkan mekanisme fasilitasi distribusi dari wilayah yang mengalami surplus hasil panen.

“Walaupun demikian kan tetap ada yang surplus, karena cabai ini diproduksi di daerah tertentu. Makanya kemarin yang kita lakukan adalah dengan membantu pengiriman,” ujarnya.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Cabai Merah dan Tomat Jadi Pemicu Inflasi di Kabupaten Gunungkidul pada Oktober 2026

Cabai Merah dan Tomat Jadi Pemicu Inflasi di Kabupaten Gunungkidul pada Oktober 2026

Harga cabai merah dan tomat menjadi penyumbang inflasi terbesar di Kabupaten Gunungkidul pada Oktober 2026. Berkurangnya hasil panen cabai akibat kondisi cuaca turut mendorong kenaikan harga sejumlah komoditas ...

Cabai Merah dan Biaya Kuliah Penyumbang Inflasi di Kota Jogja Selama Oktober 2026, BPS: Waspada Ini!

Cabai Merah dan Biaya Kuliah Penyumbang Inflasi di Kota Jogja Selama Oktober 2026, BPS: Waspada Ini!

Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Jogja mencatat adanya peningkatan harga sejumlah komoditas atau inflasi pada bulan September 2026. Cabai rawit merah dan biaya kuliah diketahui menjadi penyumbang tertinggi.

Harga Cabai Samas Tinggi Tembus Rp 48 Ribu Per Kg, Petani Dibayangi Hama dan Pencurian

Harga Cabai Samas Tinggi Tembus Rp 48 Ribu Per Kg, Petani Dibayangi Hama dan Pencurian

Harga cabai di lahan pasir Pantai Samas, Kabupaten Bantul, masih bertahan tinggi. Cabai merah besar dijual Rp 31 ribu per kilogram, sedangkan cabai merah keriting mencapai Rp 48 ribu per kilogram. ...

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer