Sementara di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kota Magelang, mereka menyelenggarakannya sepekan sebelum Imlek.
Yang menjadi wujud manifestasi rasa bakti etnis Tionghoa kepada leluhurnya.
Sebelum mencuci rupang, mereka melakukan sembahyang pembuka yang ditujukan kepada Dewa Kong Co selaku tuan rumah.
Barulah melakukan upacara Sang An atau Toa Pekong naik. Para dewa dipercaya naik ke langit dan meninggalkan rupang.
Mereka dikisahkan tengah melaporkan hal-hal yang terjadi di bumi selama satu tahun.
Selama para dewa meninggalkan rupang itulah, masyarakat etnis Tionghoa mulai membersihkannya.
Agar bersih dari debu maupun kotoran yang menempel pada rupang serta peralatan lainnya. Termasuk mengganti baju para rupang.
Ketika sembahyang nanti, rupang itu juga terkesan lebih bersih.
Ketua Yayasan Tri Bakti Kota Magelang Paul Candra Wesi Aji menjelaskan, tradisi mencuci rupang ini sudah dilakukan sejak puluhan tahun lalu dan dianggap sakral.
“Diawali sembahyang pembuka dan upacara. Tapi, kami juga rutin melakukan bakti sosial pada Minggu (28/1/2024) lalu,” ujarnya saat ditemui, Sabtu (3/2/2024).
Menurutnya, rangkaian Imlek 2575 ini dimulai pada Sabtu atau seminggu sebelumnya.
Namun, setiap kelenteng memiliki jadwal yang berbeda-beda. Sesuai dengan prediksi hari baiknya.
Pada hari yang dimaksud itu, dewa dapur dipercaya naik ke langit. Untuk melaporkan segala tindak tanduk manusia selama satu tahun.
Karena itu, mereka lantas mencuci 14 rupang di TITD Liong Hok Bio.
Namun, mereka haruslah menerapkan vegetarian atau tidak memakan daging satu hari sebelum mencuci rupang.
Selain itu, wanita yang haid tidak boleh ikut andil. Hal tersebut sudah menjadi kepercayaan sejak lama.
Candra menambahkan, pada Jumat (9/2/2024) akan dilakukan sembahyang tutup tahun atau Ti Sik pada pukul 22.00.
Kemudian, dilanjutkan sembahyang awal tahun baru Imlek 2575 pada Sabtu (10/2/2024) pukul 00.00.
Sementara pada Selasa (13/2/2024) mendatang, Toa Pekong turun ke bumi dan masyarakat kembali menyambutnya.
Selain itu, ada sembahyang besar kepada Tuhan Yang Maha Esa atau King Thi Kong pada Sabtu-Minggu (17-18/2/2024) pada pukul 20.00 dan dilanjutkan dengan Pai Thian Kong pada 00.00.
“Ada juga Ci Swak pada Selasa (20/2/2024) mulai pagi sampai sore yang dipimpin oleh Ardian Zhang,” bebernya.
Kemudian, pada Kamis (22/2/2024) adalah hari kenaikan Ys. Kwan Sing Tee Koen yang akan dilakukan sembahyang pukul 18.00.
Tahun ini, kata Candra, akan ada malam perayaan Cap Go Meh 2575 pada Sabtu (24/2/2024) pukul 19.30 dan dilanjutkan perayaan kembang api mulai pukul 21.00-22.00.
Candra melanjutkan, pada Minggu (25/2/2024) ada kirab Cap Go Meh. Nantinya, akan ada sekitar 500 orang yang mengikutinya.
Termasuk para komunitas seni daerah. “Kirab ini dari kelenteng, Jalan Pemuda, Jalan Mataram, menuju Jalan Majapahit. Lalu, lanjut ke Jalan Kalingga masuk ke Jalan Swirijaya,” sebutnya.
Editor : Bahana.