Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengulik Suriname: "Jawa" di Luar Negeri yang Penuh Sejarah

Meitika Candra Lantiva • Selasa, 26 November 2024 | 20:49 WIB
Negara kecil di Amerika Selatan, Suriname yang ada hubungannya dengan orang Jawa.
Negara kecil di Amerika Selatan, Suriname yang ada hubungannya dengan orang Jawa.


RADAR JOGJA - Suriname, sebuah negara kecil di Amerika Selatan, dikenal sebagai salah satu tempat di luar Indonesia yang memiliki populasi besar keturunan Jawa.

Hubungan unik ini berawal dari era kolonialisme pada akhir abad ke 19, ketika Belanda membawa ribuan orang Jawa sebagai pekerja kontrak ke Suriname untuk bekerja di perkebunan tebu, kopi, dan kakao.

Sejak saat itu, budaya Jawa berakar kuat di negeri tersebut.


Sejarah Orang Jawa di Suriname


Pada tahun 1890 an, Belanda menghadapi kekurangan tenaga kerja di Suriname setelah penghapusan sistem perbudakan.

Sebagai gantinya, mereka mendatangkan pekerja dari India, Tiongkok, dan Jawa.

Dari tahun 1890 hingga 1939, sekitar 33.000 orang Jawa dikirim ke Suriname melalui program migrasi kerja.

Sebagian besar dari mereka berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Timur.


Awalnya, para pekerja ini terikat kontrak lima tahun.

Setelah kontrak selesai, beberapa kembali ke Indonesia, tetapi mayoritas memilih menetap dan membangun kehidupan baru di Suriname.


Budaya Jawa yang Bertahan


Hingga hari ini, budaya Jawa tetap hidup dan berkembang di Suriname.

Bahasa Jawa sering digunakan di komunitas lokal, meskipun dengan pengaruh dialek setempat.

Masakan seperti nasi goreng, soto, dan sate populer di antara warga keturunan Jawa, bahkan diadopsi oleh masyarakat Suriname secara umum.


Tradisi seperti wayang kulit, gamelan, dan upacara slametan juga masih dilestarikan, meskipun sering kali disesuaikan dengan budaya lokal.

Selain itu, agama Islam tetap menjadi bagian penting dari identitas orang Jawa di Suriname.


Pengaruh Orang Jawa di Suriname


Keturunan Jawa kini mencakup sekitar 15% dari total populasi Suriname, menjadikan mereka salah satu kelompok etnis terbesar di negara tersebut.

Tokoh-tokoh keturunan Jawa juga telah memainkan peran penting dalam politik dan pemerintahan.

Salah satunya adalah Paul Somohardjo, seorang politisi ternama yang pernah menjabat sebagai Ketua Parlemen Suriname.


Suriname adalah bukti bagaimana budaya Jawa dapat bertahan ribuan kilometer dari tanah asalnya.

Negara ini mencerminkan harmoni antara berbagai etnis, termasuk India, Tiongkok, Afrika, dan Eropa, menjadikannya salah satu negara paling beragam secara budaya di dunia.

Suriname bukan hanya "Jawa di luar negeri," tetapi juga simbol keberagaman dan toleransi. (Amrina Rosyada)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#suriname #Budaya #Jawa di luar negeri #Belanda #budaya jawa #sejarah #Negara #Mengulik #jawa #amerika selatan #luar negeri