Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengenal Makna Literasi : Tidak Hanya Sebatas Membaca dan Menulis

Bahana. • Kamis, 2 November 2023 | 03:00 WIB
Photo
Photo

RADAR JOGJA - Dalam dunia pendidikan saat ini terkenal dengan istilah literasi. Literasi sering diartikan sebagai kemampuan seseorang dalam memahami, mengimplementasikan, mengatur, dan mengevaluasi informasi dalam berbagai bidang kehidupan.

Namun masih banyak orang yang salah kaprah memahami dan memaknai kata literasi tersebut.

Sebagian orang hanya memaknai kata literasi dengan arti yang sempit yaitu suatu kemampuan seseorang dalam membaca dan menulis. Padahal kata literasi memiliki arti yang sangat luas.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) definisi literasi adalah  kemampuan menulis dan membaca, serta kemampuan individu dalam mengolah informasi dan pengetahuan kecakapan hidup.

Menurut  Kirsch & Jungeblut dalam buku Literacy: Profile Of America’s Young Adult mendefinisikan litarsi sebagai sebuah kemampuan seseorang dalam menggunakan informasi untuk mengembangkan pengetahuan sehingga mendatangkan manfaat bagi masyarakat (dikutip dari badanbahasa.kemdikbud.go.id, 09/10/2022) . 

Dari kedua pengertian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa literasi adalah kemampuan seseorang dalam menggunakan dan mengolah sebuah informasi yang didapatkan dari melek teknologi dan juga berpikir kritis serta peka terhadap lingkungan sekitar untuk mengembangkan pengetahuan dalam kehidupan dan dapat memberi manfaat bagi banyak orang.

Oleh karena itu, literasi tidak hanya bermakna kemampuan membaca dan menulis, namun juga kemampuan memahami dan mengembangkan informasi.

Dilansir dari website badanbahasa.kemdikbud.go.id, Wells (2006) mengatakan bahwa literasi dibagi menjadi empat tingkatan, yaitu performative, functional, informational, dan epistemic.

Literasi tingkat pertama atau performative yaitu membaca dan menulis, kemudian tingkat kedua atau functional yaitu kemampuan menggunakan bahasa untuk keperluan hidup atau skill mempertahan hidup.

Tingkat ketiga atau informational yaitu kemampuan mengakses pengetahuan, dan tingkatan keempat atau epistemic yaitu kemampuan mentransformasikan pengetahuan dalam bahasa tertentu.

Terlihat pada pemaparan di atas bahwa membaca dan menulis baru memenuhi kemampuan literasi tingkat pertama.

Artinya apabila seseorang baru bisa menguasai tingkat pertama tersebut maka kemampuan literasinya masih dianggap rendah.

Kemampuan literasi seseorang dapat dikatakan mumpuni apabila sudah memenuhi keempat tingkatan tersebut.

Kecakapan literasi sangat dibutuhkan oleh semua orang. Jika bangsa ini ingin cepat bangkit dari keterpurukan dan ingin segera berjajar dengan negara-negara maju maka hal yang perlu dilakukan yaitu meningkatkan kualitas literasi setiap warga negaranya.

Hal yang paling mendasar untuk dilakukan guna meningkatkan kemampuan literasi seseorang yaitu dengan meningkatkan minat baca.

Dengan tingginya minat baca, maka seseorang akan mendapatkan banyak informasi yang kemudian dikelola dan bisa diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. (Annida Muthi’ah)

 

Editor : Bahana.