Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dr. Stevanus Tolak istilah NATARU sebagai pengganti Natal dan Tahun Baru

Reren Indranila • Rabu, 27 Desember 2023 | 22:35 WIB
Anggota DPRD DIY Dr. Stevanus Christian Handoko S.Kom., MM. (ISTIMEWA)
Anggota DPRD DIY Dr. Stevanus Christian Handoko S.Kom., MM. (ISTIMEWA)

RADAR JOGJA - Penggunaan istilah NATARU sebagai istilah baru pengganti Natal dan Tahun Baru diberbagai instansi pemerintahan, swasta dan termasuk di berbagai media semakin massive. Hal ini dinilai tidak tepat. Menurut anggota DPRD DIY Dr. Stevanus Christian Handoko S.Kom., MM hal ini ada kecenderungan sebagai bentuk penistaan terhadap hari besar keagamaan.

Hari Raya Natal adalah perayaan agama yang dirayakan oleh umat Katolik untuk memperingati kelahiran Yesus Kristus, sebagai Juru selamat dunia. Natal jatuh pada tanggal 25 Desember setiap tahunnya.

“Perayaan Natal memiliki makna mendalam bagi umat Katolik dan umat Kristen pada umumnya, karena melibatkan keyakinan terhadap kehadiran Kristus yang diutus untuk menyelamatkan umat manusia," ujar Dr. Stevanus

Natal bagi umat Katolik/Kristen bukan hanya merupakan perayaan kebahagiaan fisik, tetapi juga momen mendalam untuk merenungkan makna spiritual kelahiran Yesus Kristus dan menguatkan iman serta kasih terhadap sesama. Sedangkan Tahun Baru Masehi bersifat sekuler dan tidak terkait dengan keagamaan tertentu. Penggabungan istilah dan kegiataan perayaan menjadi NATARU sangat disayangkan dan ada kecenderungan merendahkan dan menistakan perayaan suci keagamaan.

“Saya berharap, khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta tidak ada yang menggunakan istilah NATARU untuk menggantikan dan menggabungkan istilah Natal dan Tahun Baru. Tidak terbayang jika hari besar keagamaan lainnya juga diperlakukan sama dengan hanya memenggal beberapa huruf saja kemudian digabungkan dengan huruf dari event/kegiatan yang tidak ada hubungan dengan kegiatan agama yang bersangkutan kemudian menjadi istilah penyebutan yang baru," pungkas Dr. Stevanus. (vis/ila)

Editor : Reren Indranila
#nataru #Natal #dprd diy #tahun baru #DIY