Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Djohermansyah Djohan: Otonomi Daerah Dikebiri, Indonesia Terancam Kembali ke Era Sentralisasi

K
Penulis: Kusno S Utomo❯
Guru Besar Ilmu Pemerintahan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Djohermansyah Djohan
Guru Besar Ilmu Pemerintahan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Djohermansyah Djohan

Advertisement

 

 

 

Advertisement

JOGJA - Perjalanan 25 tahun otonomi daerah di Indonesia menghadapi ancaman serius.

Kewenangan pemerintah daerah semakin menyempit, ruang fiskal tertekan, dan kendali pemerintahan kembali terkonsentrasi di tangan pemerintah pusat.

Jika kecenderungan ini terus berlanjut, Indonesia berisiko mengalami kemunduran demokrasi lokal dan kembali ke pola pemerintahan sentralistik.

Advertisement

Peringatan tersebut disampaikan Guru Besar Ilmu Pemerintahan IPDN Djohermansyah Djohan, dalam forum Institute Public Policy Inquiry #4 di Unika Atma Jaya, Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Forum tersebut membahas buku Decentralization, Democracy and Local Politics in Indonesia terbitan Routledge.

Mantan Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri periode 2010–2014 itu menegaskan, persoalan yang dihadapi Indonesia bukanlah kegagalan konsep otonomi daerah, melainkan kesalahan dalam mengelola desentralisasi.

"Otonomi daerah tidak boleh dimatikan. Kalau ada korupsi, inefisiensi, dan penyalahgunaan kekuasaan di daerah, yang harus dibenahi adalah tata kelolanya, bukan prinsip desentralisasinya," tegas Djohermansyah.

Menurut Presiden Institut Otonomi Daerah (i-OTDA) tersebut, kecenderungan resentralisasi terlihat dari semakin banyaknya kewenangan yang ditarik atau dikendalikan pemerintah pusat.

Pengelolaan sejumlah urusan pemerintahan, seperti pendidikan menengah, kehutanan, kelautan, dan pertambangan, mengalami pergeseran kewenangan.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Djohermansyah Djohan: Politik Mahal dan Lemahnya Pengawasan Jadi Persoalan Serius Tata Kelola Daerah

Djohermansyah Djohan: Politik Mahal dan Lemahnya Pengawasan Jadi Persoalan Serius Tata Kelola Daerah

Operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo pada pertengahan Oktober 2026 kembali menyoroti persoalan korupsi kepala daerah. Pergantian pemimpin di Klaten

Tegakkan Otonomi Daerah, Pemkab Sleman Dituntut Berani Evaluasi Program MBG PascaKeracunan Berulang

Tegakkan Otonomi Daerah, Pemkab Sleman Dituntut Berani Evaluasi Program MBG PascaKeracunan Berulang

Peristiwa keracunan berulang di Bumi Sembada imbas program makan bergizi gratis (MBG) terus disorot Warga Peduli Anak Sleman. Teranyar ini, gerakan tokoh dan masyarakat itu mendorong Pemkab Sleman bersikap tegas atas..

Menelisik Fenomena "Deep-state"

Menelisik Fenomena "Deep-state"

Presiden Prabowo Subianto menyebut adanya birokrat yang  tidak patuh, tidak tersentuh, dan menguasai institusi karena telah bekerja puluhan tahun, sementara pejabat politik datang dan pergi. Fenomena itu disebutnya sebag

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer