Cegah Penyalahgunaan Beras SPHP, Bulog Sidak 2.000 Gerai RPK di Seluruh Indonesia

RADAR JOGJA - Perum Bulog memeriksa sekitar 2.000 jaringan Rumah Pangan Kita (RPK) secara serentak di seluruh Indonesia pada Jumat (30/10).
Pemeriksaan ini dilakukan untuk memperketat pengawasan dan mencegah penyalahgunaan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengungkap pemeriksaan dilaksanakan oleh satgas khusus bersama jajaran kantor wilayah dan cabang sebagai langkah tindak lanjut dugaan penyalahgunaan beras SPHP di Jakarta Timur.
"Satgas khusus ini juga berjalan mulai hari ini dilaksanakan secara serentak seluruh tanah air," kata Rizal setelah meninjau sejumlah RPK di Jakarta, Jumat.
Rizal menjelaskan, Bulog memiliki sekitar 554 kantor cabang yang masing-masing diarahkan untuk memeriksa empat RPK.
Dengan begitu, sasaran pemeriksaan pada hari pertama akan mencapai 2.000 gerai.
Seluruh pimpinan kantor wilayah dan cabang Bulog juga dikerahkan untuk memeriksa RPK di daerah masing-masing untuk memastikan beras pemerintah disalurkan sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurut Rizal, pemeriksaan ini akan terus dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan beras SPHP serta beras bantuan pangan bagi kepentingan pribadi atau kegiatan komersial yang menyimpang.
Lebih lanjut, Bulog telah menetapkan sejumlah ketentuan bagi gerai penyalur, termasuk larangan membuka kemasan dan mencampur beras SPHP dengan beras lainnya untuk mencegah penyalahgunaan program.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




