Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Uneg-Uneg Kepala Daerah

P
Djohermansyah Djohan
Djohermansyah Djohan

Advertisement

Ada letupan kegelisahan bahkan  kemarahan yang mulai terdengar dari daerah.

Uneg-uneg itu tidak lagi ditutupi, tapi disampaikan terbuka  dengan bahasa keras, terus terang, dan mengejutkan.

Gubernur Papua Barat Daya yang notabene juga menjadi wakil pusat, Elisa Kambu, pada 2 September lalu dalam acara resmi yang dihadiri Menko Pangan Zulkifli Hasan, mengungkapkan kisah pahit bagaimana daerah berhubungan dengan pusat. Menurutnya, kalau berbicara baik-baik sering kali tidak didengar. Perhatian baru datang ketika terjadi keributan, demonstrasi, bahkan pembakaran.

Advertisement

Tentu tidak ada pembenaran bagi kekerasan. Membakar dan merusak bukan jalan keluar dalam negara demokrasi.

Tetapi, mengutuk kemarahan tanpa memahami sebabnya juga bukan sikap seorang negarawan.

Advertisement

Pertanyaan yang seharusnya membuat pusat gelisah adalah: mengapa seorang gubernur sampai merasa bahwa daerah harus berteriak keras agar didengar?

Ini bukan sekadar soal Papua.

Ini peringatan bagi Indonesia.

Jakarta Makin Jauh

Dalam dua tahun terakhir, hubungan pusat dan daerah terasa semakin menjauh.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Jabatan Kades Diburu, Politik Dinasti Mengintai Desa

Jabatan Kades Diburu, Politik Dinasti Mengintai Desa

Jabatan kepala desa tetap menjadi rebutan. Guru Besar IPDN Djohermansyah Djohan menyoroti potensi politik dinasti, konflik kepentingan, dan pentingnya demokrasi desa.

Uneg-Uneg Kepala Daerah: Otonomi Makin Sempit, Jakarta Makin Jauh

Uneg-Uneg Kepala Daerah: Otonomi Makin Sempit, Jakarta Makin Jauh

Kegelisahan kepala daerah terhadap kebijakan pusat menjadi alarm bagi pemerintah. Otonomi daerah, TKD, dan keadilan fiskal perlu kembali diperkuat.

Kepala Daerah Jangan Jadi Penonton Demo

Kepala Daerah Jangan Jadi Penonton Demo

Demonstrasi adalah denyut demokrasi. Di jalan raya, di depan gedung pemerintah, rakyat menyampaikan suara yang mungkin tidak terdengar di ruang-ruang kekuasaan. Mereka datang membawa poster, tuntutan, kemarahan, sekaligu

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer