
Ada letupan kegelisahan bahkan kemarahan yang mulai terdengar dari daerah.
Uneg-uneg itu tidak lagi ditutupi, tapi disampaikan terbuka dengan bahasa keras, terus terang, dan mengejutkan.
Gubernur Papua Barat Daya yang notabene juga menjadi wakil pusat, Elisa Kambu, pada 2 September lalu dalam acara resmi yang dihadiri Menko Pangan Zulkifli Hasan, mengungkapkan kisah pahit bagaimana daerah berhubungan dengan pusat. Menurutnya, kalau berbicara baik-baik sering kali tidak didengar. Perhatian baru datang ketika terjadi keributan, demonstrasi, bahkan pembakaran.
Tentu tidak ada pembenaran bagi kekerasan. Membakar dan merusak bukan jalan keluar dalam negara demokrasi.
Tetapi, mengutuk kemarahan tanpa memahami sebabnya juga bukan sikap seorang negarawan.
Pertanyaan yang seharusnya membuat pusat gelisah adalah: mengapa seorang gubernur sampai merasa bahwa daerah harus berteriak keras agar didengar?
Ini bukan sekadar soal Papua.
Ini peringatan bagi Indonesia.
Jakarta Makin Jauh
Dalam dua tahun terakhir, hubungan pusat dan daerah terasa semakin menjauh.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




