SLEMAN – Gunung Merapi (2.968 mdpl) yang berada di perbatasan Sleman (DIY), Magelang, Boyolali, dan Klaten (Jawa Tengah) masih menunjukkan aktivitas vulkanik tinggi. Berdasarkan laporan resmi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) periode pengamatan 20 Februari 2026 pukul 00.00–24.00 WIB, tercatat 152 kali gempa guguran, 1 kali kegempaan awan panas guguran, serta 58 kali gempa hybrid/fase banyak.
Aktivitas ini didominasi guguran lava yang teramati mengalir ke arah Kali Krasak, Kali Bebeng, serta Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum mencapai 2.000 meter. Asap kawah bertekanan lemah berwarna putih tebal terlihat setinggi 20 meter di atas puncak kawah, sementara visual gunung terpantau dari kabut tipis hingga jelas.
Cuaca di sekitar puncak berawan hingga cerah, dengan angin tenang ke arah selatan. Suhu udara berkisar 18,2–26 °C, kelembaban 73–97%, tekanan udara 871,8–916,4 mmHg, dan curah hujan 6 mm/hari.
Kegempaan lainnya mencakup 2 kali tektonik jauh. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung, sehingga berpotensi memicu awan panas guguran (APG) di zona bahaya.
Status Aktivitas Gunung Merapi tetap Level III (Siaga) sejak ditetapkan sebelumnya.
Rekomendasi BPPTKG kepada masyarakat dan pemangku kepentingan:
1. Potensi bahaya utama berupa guguran lava dan awan panas guguran di sektor selatan-barat daya, meliputi Sungai Boyong maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng maksimal 7 km. Di sektor tenggara: Sungai Woro maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Lontaran material vulkanik jika terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
2. Masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun di dalam daerah potensi bahaya.
3. Waspadai bahaya lahar dan awan panas guguran, terutama saat hujan deras di sekitar Gunung Merapi.
4. Antisipasi gangguan akibat abu vulkanik jika erupsi meningkat.
5. Jika terjadi perubahan aktivitas signifikan, tingkat aktivitas akan segera ditinjau ulang.
Masyarakat diimbau tetap tenang namun waspada, mengikuti informasi resmi dari BPPTKG dan PVMBG melalui situs magma.esdm.go.id atau media sosial resmi @PVMBG_ID. Hindari penyebaran hoaks yang dapat menimbulkan kepanikan. (iwa)
Laporan disusun oleh Yulianto (BPPTKG). Sumber: KESDM, Badan Geologi, PVMBG – https://magma.esdm.go.id/v1/gunung-api/laporan.
Editor : Iwa Ikhwanudin