RADAR JOGJA - Saat ini, Anda mungkin sudah sering menjumpai istilah QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) dalam berbagai transaksi sehari-hari.
QRIS merupakan standar kode QR yang dapat digunakan untuk berbagai jenis pembayaran, sesuai informasi dari situs resmi QRIS Online.
Namun, apakah pembayaran tol juga bisa dilakukan menggunakan QRIS?
Saat ini, transaksi di gerbang tol umumnya dilakukan menggunakan kartu elektronik yang diterbitkan oleh beberapa bank, seperti:
• Flazz (BCA)
• e-Money (Mandiri)
• TapCash (BNI)
• Brizzi (BRI)
Sistem pembayaran ini diberlakukan untuk mempercepat transaksi di gerbang tol dan mengurangi antrean kendaraan.
Selain kartu elektronik, ada metode lain yang juga digunakan, yaitu On-Board Unit (OBU).
Perangkat ini bekerja dengan membaca perjalanan kendaraan melalui sensor yang dipasang di mobil dan langsung terhubung dengan sistem tol.
Perkembangan Teknologi Pembayaran Tol
Pemerintah juga tengah mengembangkan sistem pembayaran jalan tol berbasis Multi Lane Free Flow (MLFF).
Teknologi ini masih dalam tahap uji coba di Tol Bali Mandara dan akan diterapkan di beberapa ruas tol lainnya.
Keunggulan MLFF adalah pengendara dapat melewati gerbang tol tanpa perlu berhenti, cukup dengan mengunduh aplikasi Cantas dan membeli akses masuk sebelum perjalanan.
Sistem ini menggunakan teknologi Global Navigation Satellite System (GNSS) untuk melacak kendaraan dan memotong saldo secara otomatis.
Selain MLFF, ada juga sistem pembayaran tol berbasis teknologi RFID (Radio Frequency Identification) yang dikenal sebagai Flo atau Let It Flo.
Aplikasi ini dikembangkan oleh Jasa Marga Tollroad Operator sejak tahun 2017.
Teknologi RFID memungkinkan pengendara melewati gerbang tol tanpa perlu berhenti atau menempelkan kartu.
Stiker RFID dipasang di kaca depan atau lampu kendaraan, lalu sensor di gerbang tol akan membaca RFID dan memotong saldo secara otomatis.
Saat ini, RFID baru diterapkan di beberapa gerbang tol di Jabodetabek, seperti:
• Tol Dalam Kota Jakarta
• Tol Jagorawi
• Tol JORR
• Tol Jakarta-Tangerang
• Tol Jakarta-Cikampek
Apakah QRIS Akan Digunakan untuk Pembayaran Tol?
QRIS telah diterapkan di berbagai toko, restoran, dan layanan publik di Indonesia, bahkan di beberapa negara Asia Tenggara.
Namun, untuk pembayaran tol, penggunaan QRIS masih belum diberlakukan secara resmi.
Menurut pernyataan Jasa Marga melalui akun resminya di platform X, pembayaran tol masih terbatas pada kartu elektronik.
Oleh karena itu, untuk saat ini, QRIS belum dapat digunakan sebagai metode pembayaran tol di Indonesia.
Baca Juga: Peringati Hari Jadi ke-1.119 Kota Magelang, Pemkot Gelar Gerebek Getuk hingga Pagelaran Wayang
Meski begitu, seiring perkembangan teknologi, tidak menutup kemungkinan QRIS akan diterapkan di masa mendatang.
Bank Indonesia terus berinovasi agar sistem pembayaran semakin efisien dan dapat menjangkau lebih banyak sektor, termasuk transportasi.
Jalan tol di Indonesia saat ini masih menggunakan sistem pembayaran non-tunai dengan kartu elektronik.
Beberapa bank telah menyediakan kartu e-money seperti Flazz, TapCash, Brizzi, hingga e-Money untuk transaksi di gerbang tol.
Alternatif pembayaran lain seperti OBU dan RFID (Flo) mulai diperkenalkan untuk meningkatkan efisiensi.
Sementara itu, sistem MLFF sedang diuji coba untuk memungkinkan pembayaran tol tanpa kartu fisik.
Di sisi lain, meskipun QRIS telah banyak digunakan untuk transaksi di berbagai sektor, penggunaannya untuk pembayaran tol masih belum diterapkan.
Namun, dengan perkembangan teknologi dan digitalisasi, tidak menutup kemungkinan QRIS akan menjadi salah satu opsi pembayaran tol di masa depan. (Samil Ngirfan Al Makki)
Editor : Meitika Candra Lantiva