Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Guru di Lebak Temukan Squishy Mirip Suntikan, Mainan Rp3.000 Ini Bikin Khawatir

F
Guru bernama Nuraida, 45, itu menemukan mainan squishy yang dilengkapi bagian menyerupai jarum.
Guru bernama Nuraida, 45, itu menemukan mainan squishy yang dilengkapi bagian menyerupai jarum.

Advertisement

RADAR JOGJA – Mainan yang terlihat sederhana belum tentu aman untuk anak-anak. Hal inilah yang menjadi perhatian seorang guru honorer di Kabupaten Lebak, Banten, setelah menemukan mainan berbentuk suntikan yang dimainkan sejumlah siswa sekolah dasar (SD).

Guru bernama Nuraida, 45, itu menemukan mainan squishy yang dilengkapi bagian menyerupai jarum. Meski dijual dengan harga murah, yakni sekitar Rp3.000 per buah, bentuk dan cara penggunaannya memunculkan kekhawatiran mengenai keselamatan siswa.

Peristiwa tersebut bermula ketika seorang siswa tiba-tiba berteriak histeris. Anak itu diketahui terkena semprotan air dari mainan berbentuk suntikan yang digunakan temannya.

Advertisement

Mendengar keributan tersebut, Nuraida segera mencari tahu penyebabnya. Ia kemudian memeriksa mainan yang digunakan para siswa untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi.

Dari pemeriksaan itu, Nuraida mengetahui bahwa benda yang dimainkan anak-anak bukan sekadar mainan lunak biasa. Bentuknya menyerupai alat suntik dan memiliki bagian seperti jarum di ujungnya.

Advertisement

Temuan tersebut membuat Nuraida semakin waspada. Ia khawatir mainan yang digunakan untuk bercanda itu justru menimbulkan risiko ketika dimainkan tanpa pengawasan orang dewasa.

Keterangan para siswa mengungkap asal mainan tersebut. Mereka mengaku membelinya dari pedagang keliling yang biasa berjualan di depan sekolah setiap pagi.

Pedagang itu menawarkan mainan dengan harga sekitar Rp3.000 per buah. Harga yang relatif terjangkau membuat produk tersebut mudah dibeli oleh anak-anak.

Masalahnya, mainan itu ternyata tidak hanya digunakan oleh satu atau dua siswa. Nuraida mendapati squishy berbentuk suntikan tersebut sudah dimainkan murid dari berbagai kelas.

Artinya, penggunaan mainan itu berpotensi meluas di lingkungan sekolah. Situasi tersebut mendorong perlunya perhatian lebih dari guru maupun orang tua terhadap benda yang dibawa dan dimainkan anak-anak.

Advertisement
Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Berbagai Sumber
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Rita Indriana, Pemilik Usaha Mainan Edukatif Anak ABC Wooden Toys; Berdayakan Penyandang Disabilitas

Rita Indriana, Pemilik Usaha Mainan Edukatif Anak ABC Wooden Toys; Berdayakan Penyandang Disabilitas

JOGJA - Memberikan manfaat bagi orang lain merupakan salah satu misi Rita Indriana mendirikan CV Anak Bangsa Cerdas (ABC) Wooden Toys. Perusahaan asal Jogja ini sukses menembus pasar nasional penjualan mainan edukatif

View Master Jadi Mainan Populer Era 90-an; dengan 'Klik' Bisa Lihat  ke Dunia Tiga Dimensi    

View Master Jadi Mainan Populer Era 90-an; dengan 'Klik' Bisa Lihat  ke Dunia Tiga Dimensi   

Sebelum keberadaan ponsel merajai, anak-anak pada era 1980-an sudah lebih dulu melihat gambar versi tiga dimensi dari sebuah mainan. Bentuknya seperti teropong kecil dengan dua lubang untuk mata, tetapi sekali dilihat,

Mainan Jadul 3D View Master Sudah Tergolong Barang Antik bagi Kolektor

Mainan Jadul 3D View Master Sudah Tergolong Barang Antik bagi Kolektor

3D View Master adalah mainan jadul berupa alat teropong untuk melihat gambar transparan berukuran melingkar yang menciptakan ilusi tiga dimensi. Mainan ini terdiri dari teropong penglihat dan dipadukan piringan gambar..

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer