Ketua panitia Andriyatna Agung Kurniawan menjelaskan, tema Dies Natalis kali ini adalah penguatan kualitas Untidar dengan sumber daya kearifan lokal. Hal itu selaras dengan logo dari kegiatan yang mengandung arti mendalam.
Logo yang berbentuk angka 44 itu menggambarkan konsep sejarah panjang selama Untidar berdiri. Yang mana telah memberikan dinamika kemajuan yang berkelanjutan pada aspek pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Bahkan, angka 44 tersebut dirancang saling berhubungan yang mengandung makna keberagaman sumber daya Untidar, yang solid dan bergandengan tangan. "Ada pula bentuk kepala Elang sebagai simbolisasi visi Untidar yakni menjadi yang terbaik di bidang usaha," jelasnya di sela acara, Sabtu (1/4).
Untuk puncak kegiatan akan dilaksanakan pada 2 Mei mendatang dengan menggelar sidang senat. Dilanjutkan dengan orasi ilmiah oleh salah satu tokoh nasional. Selain itu, ada pelantikan Ganidar dan lomba baju adat. Pada 5 Mei, akan dilaksanakan anjangsana ke beberapa makam pendiri dan para pendiri Untidar yang masih hidup.
Kemudian, pada 6 Mei, segenap sivitas akademika Untidar akan melakukan nitilaku ke Kebun Raya Gunung Tidar. Pada 6 Mei, ada lomba senam, lomba kirab budaya dan gunungan, serta jalan sehat. Lalu, pada 13-14 Mei, bakal dilakukan lomba tenis meja, tenis lapangan, dan senam.
Dia melanjutkan, pada 23 Mei, ada semianr nasional dan internasional. Pada 1-30 Mei, kegiatan yang dilakukan yakni perawatan instalasi air di Pondok Pesantren (Ponpes) Selamat Kota Magelang dan lomba akademik. Sedangkan pada 3-4 Juni ada bazar expo, sharing alumni, serta lomba menggambar dan mewarnai bagi anak-anak.
Untuk lomba expo kewirausahaan, kata dia, digelar dengan skala nasional. Rencananya, Untidar mengundang beberapa universitas di Indoensia untuk berkompitisi terkait kewirausahaan. "Target pesertanya dari 5 provinsi, masing-masing universitas minimal ada satu perwakilan. Jadi, kurang lebih pesertanya ada 50-100 regu," terangnya.
Sementara itu, Rektor Untidar Prof Sugiyarto berharap, di usia ke-44 ini, Untidar menjadi pelopor dan pencetak kader unggulan di masa depan. "Terlebih hiruk pikuk budaya global yang mulai masuk dan meracuni generasi muda. Harapannya, para mahasiswa dapat menjadi penerus bangsa yang bijak," paparnya. (aya/pra) Editor : Editor Content