Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bahas Keselamatan Selat Malaka dan Selat Singapura di Jogja

Editor Content • Kamis, 16 Februari 2023 | 18:24 WIB
Photo
Photo


RADAR JOGJA - Pusat Hidro-Oseanografi  (Pushidrosal) TNI Angkatan Laut (TNI AL) menggelar pertemuan International East Asia Hydrographic Commission (EAHC) bertempat di Hotel Royal Ambarrukmo, Jogja. EAHC merupakan organisasi hidrografi di kawasan Asia Timur yang merupakan salah satu dari 15 Regional  Hydrographic Commission  (RHC)  di bawah International Hydrographic Organization (IHO).


Pertemuan EAHC di Jogja ini diselenggarakan secara hybrid pada 15 sampai 17 Februari 2023 dan dibuka oleh Komandan Pushidrosal Laksamana Madya TNI Nurhidayat selaku Chair EAHC. Kegiatan tersebut dihadiri oleh negara-negara  anggota EAHC di antaranya Tiongkok, Korea Selatan, Jepang, Malaysia, Thailand, Singapore, Hongkong, Vietnam, dan Indonesia Selaku Tuan rumah, serta Amerika Serikat dan Inggris sebagai Observer. Sementara dua negara mengikuti secara online yaitu Brunei Darussalam dan Filipina.


Pertemuan EAHC yang akan digelar di Jogja ini, meliputi; Training Research and Developmpent Centre-board of Directors (TRDC-BOD) yang bertujuan meningkatkan capacity building negara anggota EAHC. "Melalui pelatihan dan pendidikan untuk meningkatkan pengetahuan serta kemampuan teknis survei dan pemetaan laut para surveyor negara-negara anggota EAHC," ujarnya di sela acara Kamis (16/2).


Yang kedua, lanjut dia, East Asia Hydrographic Commission-Steering Committee (EAHC-SC),  merupakan forum high level untuk memutuskan beberapa kegiatan strategis maupun working group yang telah direncanakan oleh sekretariat EAHC, serta Malacca and Singapore Strait-ENC Steering Committee (MSS ENC-SC), yang  merupakan kerja sama antara Indonesia, Singapura dan Malaysia dan pihak Jepang sebagai Distributor MSS-ENC. "Terutama dalam memenuhi kebutuhan jaminan keselamatan pelayaran di Selat Malaka dan Selat Singapura yang merupakan salah satu jalur terpadat di dunia," jelasnya.


Selama tiga hari menurut Nurhidayat dibahas secara detail teknis-teknis yang dilakukan di lapangan. Kesamaan data dan persepsi sangat penting untuk menjamin terwujudnya keselamatan pelayaran. Pembahasan pemetaan laut secara detail, menurut data yang disepakati bersama. Secara digital data bisa lebih lengkap meliputi meteorologi, arus pasang surut juga informasi apa saja yang ada di bawah air. "Data-data ini kita survei dan sampaikan dalam forum ini, agar ada kesesuaian dengan seluruh negara dan disepakati bersama," ungkapnya.

Editor : Editor Content
#perairan #tni al