Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

466 Bencana Alam Landa Kabupaten Magelang

Editor Content • Kamis, 17 November 2022 | 17:10 WIB
ANTUSIAS: Masyarakat saat mengikuti kegiatan vaksinasi massal di Polsek Pajangan (13/6). Meski jumlah kasus Covid-19 rendah, kegiatan vaksinasi di Bantul masih terus digenjot hingga saat ini.(IWAN NURWANTO/RADAR JOGJA)
ANTUSIAS: Masyarakat saat mengikuti kegiatan vaksinasi massal di Polsek Pajangan (13/6). Meski jumlah kasus Covid-19 rendah, kegiatan vaksinasi di Bantul masih terus digenjot hingga saat ini.(IWAN NURWANTO/RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA - Sejak awal tahun hingga pertengahan November ini, di Kabupaten Magelang telah terjadi 466 kejadian bencana alam. Dengan rincian, bencana angin kencang sebanyak 238 kejadian, banjir sembilan kejadian, dan tanah longsor 219 kejadian. Yang mana 14 kejadian tanah longsor terjadi di bulan ini.

Sebagai upaya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana musim penghujan 2022-2023, BPBD Kabupaten Magelang pun menggelar apel gelar pasukan peralatan penanggulangan bencana. Yang diikuti sebanyak 350 orang yang terdiri dari unsur TNI dan Polri, OPD terkait kebencanaan, dan komunitas relawan se-Kabupaten Magelang. "Tujuannya untuk mempersiapkan personel, seluruh elemen masyarakat, dan alat-alat menghadapi berbagai kemungkinan ancaman bencana pada musim penghujan nanti," jelas Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kabupaten Magelang Edi Wasono di halaman Setda Kabupaten Magelang kemarin (16/11).

Dia menambahkan, ada beberapa peralatan dan kendaraan operasional yang diperlukan dalam penanggulangan bencana. Antara lain truk, ambulance, alat berat, peralatan rescue, dan kendaraan operasional kebencanaan lainnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang Adi Waryanto menjelaskan, melihat kondisi geografis wilayahnya yang dikelilingi pegunungan dan perbukitan, tentu berpotensi terjadinya bencana hidrometeorologi. Terutama saat musim penghujan seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang.

Menurutnya, tim yang solid dan perlengkapan yang layak akan berpengaruh pada penanganan bencana yang lebih baik. "Sehingga kami memandang apel ini sangat penting untuk dilaksanakan, demi optimalnya penanggulangan bencana di Kabupaten Magelang," katanya.

Adi juga berharap, semangat gotong royong terus digelorakan untuk meningkatkan kualitas penanganan bencana. Baik dengan bersinergi, berkolaborasi, maupun bekerjasama demi mewujudkan Kabupaten Magelang yang tangguh dalam menghadapi bencana. (aya/eno) Editor : Editor Content
#Magelang #BPBD