Rektor Unimma Lilik Andriyani menyebut, selama 58 tahun hadir sebagai perguruan tinggi di bawah naungan Muhammadiyah, banyak prestasi dan kemajuan yang ditorehkan. Selain melaksanakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, pengembangan nilai-nilai Islam dan kemuhammadiyahan merupakan nilai tambah.
Dia mengatakan, sebagai perwujudan tersebut, Unimma telah meraih akreditasi institusi B dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) pada 2017. "Yang secara terus menerus berkomitmen untuk meningkatkan mutu, sehingga akreditasi institusi unggul dapat tercapai," ujarnya di Auditorium Kampus 1 Unimma, kemarin (31/8).
Selain itu, Unimma terus melakukan perbaikan agar semua prodi mencapai akreditasi unggul, bahkan internasional. Dia menargetkan, pada 2024 mendatang, Unimma diharapkan sudah memperoleh pengakuan mutu dari lembaga akreditasi internasional yang telah ditetapkan oleh Dikti.
Hal itu sebagai wujud akuntabilitas penyelenggaraan pendidikan tinggi dengan tata kelola yang baik dan professional. Sehingga dapat menjadi lembaga pendidikan yang siap bersanding dan bersaing di tingkat regional, nasional, dan internasional.
Ketua Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah Prof Licolin Arsyad mengapresiasi kerja keras Unimma selama ini. Dia berharap, ke depan, Unimma akan semakin matang. Terutama dalam memenuhi prasyarat untuk mendapat akreditasi unggul. Mengingat sejauh ini sudah banyak prodi yang diminati masyarakat.
Dia menyebut, hingga saat ini, ada 172 perguruan tinggi di bawah naungan Muhammadiyah, satu di antaranya berada di Malaysia. Namun, lanjut dia, belum ada rencana untuk menambah perguruan tinggi. Terlebih menjelang pagelaran Muktamar Muhammadiyah ke-44 di Solo November mendatang.
"Kalaupun ada rencana, kemungkinan di luar Jawa karena sudah banyak. Mungkin di Sumatera atau Kalimantan," sebutnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Magelang M Mansyur berharap, dengan pertambahan usia ini, akan semakin memantapkan langkah Unimma untuk berkembang menjadi universitas yang unggul dan islami. Tidak hanya itu, dia juga mendorong kepada seluruh mahasiswa agar memiliki rasa optimis.
Menurutnya, setiap dari mereka adalah calon pemimpin yang punya peran penting dalam pembangunan. "Anak muda Indonesia, kini harus mampu bersaing dan memenangi secara kompetitif dalam arus persaingan global, tanpa meninggalkan akar budaya bangsa," paparnya. (aya/bah) Editor : Editor Content