Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ika Puspitasari, Terduga Teroris yang Dikaitkan Jaringan Bom Bekasi

Administrator • Sabtu, 17 Desember 2016 | 20:27 WIB
BARU: Rumah yang dibangun Ika Puspitasari, terduga teroris di samping rumah ayahnya, Sudiyono.  Rumah Ika baru saja selesai dibangun dan belum ditempati.(Budi Agung/Radar Jogja)
BARU: Rumah yang dibangun Ika Puspitasari, terduga teroris di samping rumah ayahnya, Sudiyono.  Rumah Ika baru saja selesai dibangun dan belum ditempati.(Budi Agung/Radar Jogja)

Belum Sempat Tempati Rumah Baru, Keburu Ditangkap Densus 88


Kepulangan kedua Ika Puspitasari, 35, perempuan terduga teroris yang ditangkap Densus 88 dari perantuannya sebagai tenaga kerja wanita (TKW) di Hongkong, sempat menjadi tanda tanya adiknya, Ari. Hal itu karena ada perubahan mencolok sang kakak yang dinilainya di luar kewajaran.


BUDI AGUNG, Purworejo

Ari menuturkan, Ika dua kali menjadi TKW di negara yang berbeda. Keberangkatan pertama ke Malaysia selama empat tahun. Sedangkan keberangkatan keduanya ke Hongkong yang menghabiskan waktu hamper 12 tahun.


"Kepulangan pertama tidak begitu berbeda. Tapi yang kedua dari Hongkong itu membuat saya sempat menanyakan kepadanya. Klambine kaya ngono, kok medeni uwong temen (pakaiannya seperti itu, sangat menakutkan, Red)," kata Ari saat ditemui di rumahnya, Dusun Tegalsari, Brenggong, Purworejo, kemarin (16/12).


Namun pertanyaan itu tidak mendapat tanggapan dari Ika. Dua bulan di rumah, keduanya jarang bertemu karena menempati rumah yang berbeda. Ika lebih banyak menghabiskan waktu di rumah nenek dan ibunya di pinggir jalan, sementara Ari tinggal bersama ayahnya, Sudiyono.


"Dua bulan di rumah itu hanya kadang-kadang saja ketemu. Pas Ika sedang menengok rumah yang kebetulan berada di sebelah rumah yang saya tinggali. Tapi waktunya banyak di rumah nenek, di bawah," tambah Ari.


BACA: Densus 88 Ringkus Terduga Teroris Bom Bekasi di Purworejo

Selama di Hongkong, Ika membangun rumah tembok di dekat rumah Sudiyono. Pelaksanaan pembangunan dilakukan oleh orang lain yang langsung dikomunikasikan sendiri. Dilakukan bertahap selama hampir tiga tahun, kini bangunan itu usai dibangun dan siap ditempati.


"Tidak tahu juga kapan rumahnya akan ditempati. Kemarin cukup lama, hanya batu-bata saja. Belakangan diselesaikan sampai berbentuk seperti itu," kata Ari, sambil menunjuk rumah kakaknya.


Terpisah, Asmuni, salah seorang perangkat Desa Brenggong mengatakan, Ika Puspitasari pernah menghubunginya untuk dibuatkan kartu tanda penduduk (KTP). Hanya permintaan itu tidak bisa dilakukan jika Ika masih berada di Hongkong.


"Dia telepon pas di Hongkong, dan saya katakan kalau mau membuat KTP ya harus pulang, karena harus direkam segala. Dia tidak tahu rekam-rekam itu seperti apa," kata Asmui.


BACA: Densus 88 Ringkus Terduga Teroris Bom Bekasi di Purworejo



Baru setelah kepulangannya, Ika menghubungi kembali untuk dibantu membuat E-KTP. Dengan diantar salah satu adiknya, Ika telah melakukan perekaman pada Selasa (13/12) lalu. "Hari Rabu saya mengantar E-KTP milik Ika ke rumah," ungkap Asmui.


Hanya berselang sehari setelah KTP jadi, Ika dibawa Densus 88 saat membantu persiapan pengajian di tetangga RT. "Saya sempat bertanya-tanya, apakah karena perekaman itu jejak Ika bisa ditangkap oleh polisi," katanya.


Asmui mengaku ada beberapa pertanyaan yang diajukannya saat mendampingi Ika mengurus E-KTP. Beberapa di antaranya adalah rencana terduga untuk kembali berangkat ke Hongkong, minimal dua bulan ke depan.


"Saya juga sempat membaca status perkawinan di KTP-nya yang masih lajang. Tapi dia menjelaskan kalau sudah menikah siri dengan seorang lelaki dari Sulawesi, tapi dia masih ada di Hongkong. Katanya ada rencana untuk mencatatkan pernikahannya, tapi tidak tahu akan dilakukan di mana," ungkap Asmui. (laz/ong)

  Editor : Administrator
#Densus 88 Ringkus Terduga Teroris Bom Bekasi #ita puspitasari #teroris #terduga teroris #Purworejo