RADAR JOGJA – Keadaan Palestina dan Israel kembali memanas setelah Hamas melancarkan serangan roket menuju permukiman warga Israel.
Hal ini membuat Palestina menjadi sorotan kembali dunia. Banyak negara yang mendukung Israel dan banyak juga negara yang mendukung Palestina.
Dukungan terhadap Palestina datang dari penggemar Glagsow Celtic yang berasal dari Skotlandia. Mereka kembali menegaskan bahwa Glagsow Celtic ada di belakang Palestina.
Dukungan tersebut bisa dilihat pada pertandingan antara Celtic melawan Kilmarnock dalam pertandingan lanjutan Liga Premier Skotlandia di Stadion Celtic Park, Sabtu (7/10/2023).
Green Brigade (Ultras Celtic) yang berada di Kurva Utara bagian 111 yang merupakan tempat mereka.
Bendera bendera Palestina dibentangkan oleh para anggota ultras Celtic. Selain itu ada juga dua banner besar yang bertuliskan “Free Palestine” (Bebaskan Palestina) dan juga banner bertuliskan "Victory for the resistance” (Kemenangan bagi perlawanan)
Bukan Kali Pertama
Green Brigade secara konsisten memang mendukung perjuangan rakyat Palestina untuk segera bebas dari belenggu zionis Israel yang menginvansi Palestina.
Aksi ini bukan yang pertama kali di lakukan oleh Green Brigade, sebelumnya mereka telah melakukan aksi serupa pada tahun 2012 dalam lanjutan UEFA Champions League (UCL) yang mempertemukan Celtic dengan Fc Barcelona dimana pendukung Celtic membentangkan bendera Palestina.
Hal ini adalah respon protes mereka terhadap Barcelona yang sebelumnya sengaja mengundang tentara Israel Gilad Shalit yang pernah ditawan selama lebih dari lima tahun oleh Hamas sebelum dibebaskan lewat pertukaran tawanan menyaksikan sebuah pertandingan di Camp Nou melawan Real Madrid pada awal musim.
Pada 2014 lagi lagi pendukung Celtic memberikan dukungan terhadap Palestina. Pada pertandingan UEFA Champions League (UCL), Celtic menghadapi KR Reykjavik asal Islandia.
Sekitar 40.000 pendukung Celtic membentangkan bendera Palestina sepanjang laga, hal ini membuat Celtic di denda oleh UEFA.
Dua tahun (2016) kemudian hal yang dinantikan pendukung Celtic tiba. Celtic akan menjamu klub asal Israel Hapoel Beer Shiva di ajang kualifikasi Liga Champions.
Lagi lagi puluhan ribu pendukung Celtic membentangkan bendera Palestina sepanjang pertandingan.
Bukan hanya keras terhadap klub, rupanya mereka juga keras kepada pemain mereka sendiri.
Pada tahun 2015 Hamas kembali melakukan serangan terhadap Israel yang membuat Israel membalas serangan tersebut.
Gelandang berusia 23 tahun Celtic bernama Nir Bitton dengan sengaja mengunggah foto mendukung penuh Israel di Instagram.
Hal ini membuat pendukung Celtic marah besar terhadap Bitton. Mereka menekan manager untuk segera mengakhiri kontrak pemain muda tersebut.
Pada akhirnya konflik ini berhasil di redam oleh manager Celtic dan Bitton meminta maaf kepada seluruh penggemar. Pemain 23 tahun tersebut pada akhirnya terus melanjutkan karirnya di Celtic (Muhammad Hafidz Fauzan/ RADAR JOGJA)
Editor : Bahana.