
JOGJA - Bagi generasi yang tumbuh pada era 1980-an hingga 1990-an, Klompencapir bukan sekadar program televisi.
Program yang merupakan singkatan dari Kelompok Pendengar, Pembaca, dan Pemirsa itu menjadi salah satu media komunikasi pemerintah yang paling dikenal pada masa Orde Baru.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) DIY Hari Edi Tri Wahyu Nugroho mengaku, masih melekat kuat di ingatannya, bahwa program tersebut hadir di tengah keterbatasan kanal informasi pada masa itu.
"Kalau saya masih ingat, Klompencapir itu kan zaman Pak Harto. Saat itu menurut saya sangat ikonik. Karena tiap hari medianya ya TVRI, radio. Itu sangat ikonik sebagai suatu program," ujar Wahyu pada Radar Jogja, Sabtu (20/6).
Menurutnya, Klompencapir menjadi bagian dari strategi komunikasi pemerintah pusat kala itu untuk menyampaikan berbagai program pembangunan, khususnya yang berkaitan dengan sektor pertanian dan perikanan.
Yang paling ia ingat adalah tayangan dialog antara Presiden Soeharto dengan para petani dan nelayan, yang menjadi sarana penyampaian berbagai kebijakan pemerintah secara langsung kepada masyarakat.
"Ketika Pak Harto ke desa ngumpul dengan para petani dan nelayan, dan ada dialog. Itu bagian dari salah satu acara yang sangat dikenal saat itu," katanya.
Ia menjelaskan, popularitas Klompencapir tidak bisa dilepaskan dari kondisi media pada masa tersebut.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




