RADAR JOGJA - Pantai selatan Kulon Progo memiliki potensi luar biasa apabila terus digali. Salah satunya potensi wisata pantai yang dapat terus dikembangkan. Seperti yang dilakukan oleh Kalurahan Pleret, Kapanewon Panjatan dalam mendorong pengelolaan wisata.
Kalurahan ini mendorong pengembangan objek wisata Pantai Mlarangan Asri, yang berkolaborasi dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), dan masyarakat sebagai pengelola. "Orientasinya adalah pemberdayaan masyarakat melalui pengelolan objek wisata," ucap Carik Kalurahan Pleret Nur Daryanto, saat ditemui Radar Jogja di ruang kerjanya, Jumat (19/4).
Nur mengungkapkan, tujuan utama penggalian potensi wisata untuk meningkatkan aspek perekonomian masyarakat. Dengan penggalian dan pengelolaan potensi wisata masyarakat akan ikut serta. Sehingga masyarakat dapat memperoleh benefitnya.
Nur menceritakan, cikal bakal orientasi pembangunan wisata berawal saat Pokdarwis dan pengelola membuat wisata Pantai Mlarangan Asri di 2018 lalu. Saat itu Kalurahan Pleret ikut memberikan stimulus berupa pembangunan jalan akses kearah objek wisata.
Kalurahan akan terus menggali dan mengembangkan potensi yang ada. Sisi barat Pantai Mlarangan akan dikembangkan menjadi objek wisata pantai. Dengan menyiapkan akses jalan terlebih dahulu. Untuk memudahkan wisatawan menuju lokasi, dengan dilanjutkan pembangunan sarpras.
Tak hanya pengembangan pesisir pantai, potensi yang dimiliki desa juga mulai merambah sektor pertanian. Kalurahan rencananya akan mengembangkan agrowisata di kawasan pesisir. Melihat banyak masyarakat yang menanam berbagai tanaman, seperti melon dan semangka.
Konsep agrowisata juga dikemas dengan unsur adat, dengan mengusung unsur tanah surjan. Pengembangan ini tak hanya berorientasi pada wawasan pertanian. Namun juga terkaiy budaya tanah surjan yang harus terus dilestarikan. "Pengelolaan nanti akan dikembalikan ke masyarakat karena tujuannya memang untuk masyarakat," tuturnya.
Ketua Kelompok Sadar Wisata Pantai Mlarangan Asri Faisal Adi menjelaskan, pengelolaan wisata Pantai Mlarangan menitik beratkan peran masyarakat. Menurut pengembangan Pantai Mlarangan mengusung konsep penyajian pemandangan pantai. Dengan unit selling point pada keasrian kawasan pantai, dengan adanya pepohonan.
Selama libur lebaran, Pantai Mlarangan menyaingi kunjungan wisata di pantau yang dikelola langsung oleh pemda. Menurut data dari Dinas Pariwisata Kulon Progo terdapat 22.875 pengunjung selama libur lebaran 2024. Sedangkan pada 2023 lalu, terdapat 11.650 pengunjung selama libur lebaran.
Pengembangan kedepannya, pihak pengelola akan menambah wahana seperti ATV, paket outbond, dan wisata hasil laut. Selain itu pengembangan akan berorientasi pada agrowisata. Menurutnya agrowisata sangat cocok dikembangkan di kawasan Pleret.
Hal ini berkaca pada potensi yang dimiliki dan telah terkondisi oleh masyarakat sekitar. Agrowisata nantinya akan melibatkan masyarakat, karena banyak lahan masyarakat yang ditanami tanaman. Namun, dalam pengelolaan hanya pada hasil panen."Konsepnya hampir sama dengan wisata petik buah apel di Malang," ucap Faisal.
Faisal menjelaskan, konsep tersebut tengah digodog. Namun, perlu dukungan lebih banyak melalui stimulan tambahan dari kalurahan. Menurutnya pengembangan wisata harus didukung penuh oleh pihak terkait. Harapannya objek wisata di Kawasan Pleret menjadi rujukan dan mampu bersaing dengan pantai yang sudah terkenal sebelumnya. Seperti Pantai Glagah dan Congot. Tentunya dengan orientasi pemberdayaan masyarakat, untuk kemakmuran masyarakat. (cr7/pra)
Editor : Satria Pradika