Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

7 Kudapan Khas Jogja, Selain Bakpia, yang Menghangatkan Suasana Lebaran

Bahana. • Sabtu, 21 Maret 2026 | 12:25 WIB

Kue Kipo.
Kue Kipo.

Lebaran di Yogyakarta tidak hanya identik dengan opor ayam dan ketupat.

Di balik hidangan utama, terdapat beragam kudapan tradisional yang selalu hadir untuk menyambut tamu.

Kudapan ini bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian dari budaya jamuan yang mencerminkan keramahan masyarakat Jawa.

Berbeda dengan suguhan modern, kudapan tradisional ini membawa nilai simbolik sekaligus memperkaya pengalaman Lebaran.

Dari rasa manis hingga gurih, semuanya berpadu dalam satu meja sebagai wujud kebersamaan dan kehangatan.

1. Yangko

Yangko merupakan kudapan berbahan dasar ketan dengan tekstur kenyal dan rasa manis yang ringan. Bentuknya kecil dan praktis, menjadikannya cocok disantap sambil berbincang santai bersama tamu.

2. Geplak

Geplak dikenal dengan warna-warninya yang mencolok dan rasa manis yang kuat. Terbuat dari kelapa parut dan gula, kudapan ini menjadi simbol kemeriahan sekaligus kekayaan rasa dalam tradisi kuliner Jawa.

3. Kipo

Berasal dari kawasan Kotagede, kipo berukuran kecil dengan isian gula jawa cair. Rasanya legit dengan tekstur kenyal, cocok sebagai camilan ringan yang menemani suasana silaturahmi.

4. Wajik

Wajik terbuat dari beras ketan dan gula merah, menghasilkan tekstur lengket dengan rasa manis khas. Dalam budaya Jawa, wajik sering dimaknai sebagai simbol keakraban dan hubungan yang erat antarindividu.

5. Jadah

Berbeda dari kudapan lain yang dominan manis, jadah menawarkan rasa gurih dengan tekstur padat. Disajikan dalam potongan kecil, makanan ini menjadi penyeimbang di antara berbagai hidangan Lebaran.

6. Apem

Apem memiliki makna simbolik yang kuat dalam tradisi Jawa. Kata “apem” sering dikaitkan dengan konsep permohonan maaf, sehingga kehadirannya saat Lebaran sejalan dengan semangat saling memaafkan.

7. Lemper

Lemper menjadi pilihan kudapan gurih dengan isian ayam dan balutan daun pisang.

Selain lezat, lemper juga cukup mengenyangkan, menjadikannya alternatif bagi tamu yang ingin menikmati sajian yang lebih mengisi.

Keberadaan kudapan-kudapan ini menunjukkan bahwa Lebaran bukan hanya tentang hidangan utama, tetapi juga tentang detail kecil yang memperkuat makna kebersamaan.

Di tengah arus modernisasi, kehadiran kudapan tradisional ini menjadi pengingat bahwa nilai-nilai budaya tetap hidup dalam setiap sajian yang dihidangkan.

Penulis: Ferry Aditya

Editor : Bahana.
#kuliner lebaran #suasana lebaran #lebaran