Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengenal Penyakit Campak di Tengah Peningkatan Kasus Global dan di Indonesia

Bahana. • Minggu, 8 Maret 2026 | 15:15 WIB

Ilustrasi Wabah Campak.
Ilustrasi Wabah Campak.

Penyakit campak kembali menjadi perhatian dunia kesehatan karena kasusnya meningkat di berbagai wilayah.

Laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa sekitar 10,3 juta kasus campak terjadi secara global pada 2023, meningkat sekitar 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Penyakit ini juga menyebabkan sekitar 107.500 kematian, yang sebagian besar terjadi pada anak-anak di bawah usia lima tahun.

Pada laporan lanjutan yang dirilis pada 2025, WHO menyebut bahwa meski angka kematian akibat campak telah turun sekitar 88 persen sejak tahun 2000, kasus infeksi masih terus muncul di berbagai negara akibat rendahnya cakupan imunisasi.

Campak merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh measles morbillivirus yang menyerang saluran pernapasan.

Virus ini menyebar melalui percikan droplet ketika penderita batuk atau bersin.

Karena tingkat penularannya sangat tinggi, seseorang yang belum memiliki kekebalan dapat dengan mudah tertular jika berada di dekat penderita.

Gejala campak biasanya diawali dengan demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, serta tubuh terasa lemas.

Setelah beberapa hari, muncul ruam merah pada kulit yang umumnya dimulai dari wajah kemudian menyebar ke seluruh tubuh.

Dalam beberapa kasus, campak juga dapat menyebabkan komplikasi serius seperti pneumonia, diare berat, hingga radang otak.

Menurut para ahli kesehatan, virus campak termasuk salah satu penyakit paling menular di dunia.

Satu orang yang terinfeksi bahkan dapat menularkan virus kepada 12 hingga 18 orang lainnya yang belum memiliki kekebalan

. Inilah sebabnya wabah campak dapat menyebar dengan cepat di suatu wilayah.

Meski demikian, campak sebenarnya merupakan penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi.

Vaksin campak umumnya diberikan dalam bentuk vaksin MR (Measles-Rubella) atau MMR (Measles, Mumps, Rubella) yang berfungsi melindungi tubuh dari virus penyebab penyakit tersebut.

WHO merekomendasikan pemberian dua dosis vaksin campak untuk memberikan perlindungan optimal.

Program imunisasi ini telah menyelamatkan jutaan nyawa dan menjadi salah satu langkah paling efektif dalam mencegah penyebaran penyakit.

Di Indonesia sendiri, kasus campak masih ditemukan di berbagai daerah.

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa sepanjang 2025 tercatat sekitar 63.769 kasus suspek campak, dengan 11.094 kasus terkonfirmasi serta 69 kematian.

Sementara hingga awal 2026, sudah dilaporkan sekitar 8.224 kasus suspek campak dan lebih dari 500 kasus terkonfirmasi di sejumlah wilayah Indonesia.

Data tersebut menunjukkan bahwa penyakit campak masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat.

Peningkatan kasus ini umumnya berkaitan dengan beberapa faktor, seperti penurunan cakupan imunisasi, gangguan layanan kesehatan dalam beberapa tahun terakhir, serta kurangnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya vaksinasi.

Padahal, dengan cakupan imunisasi yang tinggi, penyebaran campak sebenarnya dapat ditekan secara signifikan.

Oleh karena itu, pencegahan melalui imunisasi menjadi langkah paling penting untuk mengendalikan penyakit ini.

Selain vaksinasi, menjaga kebersihan, meningkatkan kesadaran kesehatan, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan ketika muncul gejala juga dapat membantu mencegah penyebaran campak di masyarakat.

Penulis: Ferry Aditya

Editor : Bahana.
#campak #penyakit campak