RADAR JOGJA - Sengatan listrik kerap dianggap sepele, padahal dalam banyak kasus dapat menyebabkan kematian.
Melalui podcast YouTube berjudul #SuaraTirta Membahas Mitos & Fakta Kesehatan, Dokter Tirta memaparkan bahwa ada dua mekanisme utama yang membuat seseorang bisa kehilangan nyawa ketika tersengat listrik.
Menurut Dokter Tirta, penyebab pertama adalah luka bakar yang dihasilkan dari kontak langsung dengan sumber listrik.
“Luka bakarnya itu bisa parah banget, sampai melepuh,” ujarnya dalam podcast tersebut.
Arus listrik yang kuat dapat menimbulkan kerusakan jaringan yang luas, sehingga tubuh mengalami kegagalan fungsi vital akibat panas ekstrem.
Penyebab kedua adalah gangguan pada kelistrikan jantung.
Dokter Tirta menjelaskan bahwa jantung manusia bekerja menggunakan aliran listrik alami.
Ketika seseorang terlalu lama terpapar arus listrik, sistem kelistrikan jantung dapat kacau dan memicu henti jantung.
“Aktivitas listrik jantung dan otak bisa remuk, chaos total,” katanya.
Meski pasien sempat diselamatkan, kondisi ini biasanya sangat kritis.
Selain itu, Dokter Tirta juga mengulas alasan mengapa tangan basah lebih mudah tersengat listrik dan dalam beberapa kasus sulit melepaskan diri dari sumber arus.
Ia menegaskan bahwa air merupakan konduktor yang memudahkan listrik mengalir.
Tubuh manusia, yang juga memiliki sifat konduktif, membuat aliran listrik terus masuk hingga ada pemisah berupa isolator.
Karena itu, pekerja kelistrikan wajib menggunakan alat pelindung diri sesuai standar K3 untuk menghindari risiko fatal.
Dokter Tirta mengingatkan bahwa pertolongan pertama bagi korban sengatan listrik bukanlah menyentuh tubuh korban secara langsung.
Sumber listrik harus dimatikan terlebih dahulu. “Jangan sok pahlawan, nanti kamu ikut kesetrum,” tegasnya.
Ia menekankan pentingnya edukasi keselamatan agar masyarakat memahami bahaya listrik dan cara penanganannya dengan benar. (Silvia Oktaviani)
Editor : Meitika Candra Lantiva