RADAR JOGJA - Minuman keras (miras) atau beralkohol adalah minuman dengan kandungan bahan etanol yang akan memberikan efek memabukkan bagi peminumnya.
Meskipun etanol relatif aman dibanding alkohol jenis lain, konsumsi secara berlebihan tetap harus dihindari karena dapat mengganggu fungsi berbagai organ seperti hati, otak, dan sistem saraf dalam jangka panjang.
Minuman keras hadir dalam berbagai jenis dan kadar alkohol.
Kadar tersebut dinyatakan dalam persentase Alcohol by Volume (ABV) untuk menunjukkan konsentrasi alkohol dalam minuman.
Semakin tinggi persentase ABV, semakin besar pula efek memabukkan dan dampaknya bagi kesehatan.
Berikut ini adalah beberapa jenis minuman keras beserta kadar alkoholnya:
1. Bir
Bir merupakan salah satu minuman keras paling terkenal di dunia yang dibuat dari fermentasi biji-bijian seperti barli, gandum, atau jagung.
Sebagian besar bir yang beredar, seperti lager atau ale memiliki kadar alkohol sekitar 4-6% ABV.
Sementara varian lain seperti malt liquor dapat mencapai kadar hingga 8% ABV.
Konsumsi bir dalam jumlah rendah sendiri diyakini dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung berkat kandungan polifenol dan serat di dalamnya.
2. Wine
Wine terbuat dari fermentasi jus anggur dan memiliki kadar alkohol antara 11-13% ABV.
Dengan konsumsi secukupnya, wine dipercaya dapat membantu menurunkan tekanan darah dan mengurangi stres.
Selain itu, wine dalam takaran kecil dapat mendukung kesehatan pembuluh darah dan mengurangi risiko penyakit jantung.
3. Brandy
Brandy atau brendi merupakan jenis liquor yang dihasilkan dalam proses distilasi wine di mana akan menghilangkan komponen air dalam minuman ini.
Akibatnya, miras brandy memiliki kadar alkohol lebih tinggi yaitu sekitar 35-60% ABV.
Minuman ini dikenal memiliki cita rasa yang khas dan biasanya dinikmati dalam suasana santai.
4. Soju
Soju merupakan minuman asal Korea Selatan yang belakangan ini populer berkat serial drama dan musik KPop negara tersebut.
Soju dibuat dari fermentasi beras atau ubi jalar yang selanjutnya melalui proses penyulingan.
Proses tersebut membuat soju terlihat bening, tidak berwarna, serta memiliki kadar alkohol sekitar 15-20% ABV.
5. Sake
Sake merupakan minuman dari Jepang yang dihasilkan dari fermentasi beras dengan kadar alkohol 13-17% ABV.
Sake sering disajikan ketika hangat yang dikenal dengan sebutan kanzake di mana dikonsumsi untuk membantu menghangatkan tubuh selama musim dingin.
Sake juga dipercaya mengandung polifenol yang baik bagi sistem peredaran darah.
6. Whiskey
Whiskey merupakan jenis miras yang berasal dari Skotlandia.
Minuman ini terbuat dari fermentasi gandum atau malt, dan kadar alkoholnya berkisar 40-50% ABV, tergantung lama penyimpanan minuman ini.
Penyimpanannya sendiri ada di dalam tong kayu pohon ek (oak) di mana akan memberikan whiskey warna cokelat khas dan rasa yang kompleks.
7. Ciu
Ciu menjadi salah satu minuman tradisional Indonesia yang terbuat dari fermentasi singkong atau tebu.
Fermentasi tersebut berlanjut ke proses penyulingan singkat selama satu kali.
Proses tersebut membuat Ciu memiliki warna bening dan aroma yang kuat dengan kadar alkohol cukup tinggi, berkisar antara 25-70% ABV.
8. Vodka
Vodka merupakan minuman yang berasal dari Eropa Timur dan dikenal dengan warna dan rasanya yang jernih di mana dibuat melalui hasil fermentasi gandum, sorgum, atau kentang.
Dikutip dari American Addiction Centers, minuman ini memiliki kadar alkohol sangat tinggi, berkisar 40% hingga 95% ABV.
Oleh karenanya, terdapat risiko efek samping saat meminum Vodka yakni kerusakan hati, gangguan sistem saraf, hingga peningkatan risiko kanker.
9. Tequila
Tequila merupakan jenis minuman keras yang berasal dari kawasan Amerika Tengah dan Selatan.
Minuman ini dibuat dengan memanfaatkan proses fermentasi dan distilasi tanaman agave, sejenis tumbuhan yang memiliki bentuk menyerupai lidah buaya.
Distilasi pada tequila berfungsi untuk meningkatkan kadar alkohol sekaligus menghilangkan sifat halusinogen yang terdapat pada bahan dasarnya.
Umumnya, kadar alkohol dalam tequila berada di kisaran 40–46% ABV.
10. Tuak
Tuak merupakan salah satu minuman tradisional Indonesia yang dibuat dari fermentasi air nira aren atau beras.
Kebanyakan orang akan mengonsumsinya untuk merasakan efek menghangatkan tubuh, yang menjadi salah satu ciri khas minuman ini.
Dibandingkan dengan minuman keras lainnya, kadar alkohol dalam tuak relatif rendah.
Menurut penelitian dari Jurnal Ilmiah Medicamento, kandungan alkohol pada tuak berada sekitar 4% ABV.
11. Gin
Gin adalah minuman keras yang dihasilkan dari fermentasi biji-bijian seperti gandum dan jelai dengan kadar alkohol sekitar 35–40% ABV.
Keistimewaan gin terletak pada aroma dan rasa khas yang berasal dari tambahan buah juniper serta rempah-rempah seperti licorice dan kayu manis.
12. Rum
Rum dibuat dari bahan dasar tetes tebu atau molase yang difermentasi.
Di pasaran, terdapat dua jenis utama rum, yaitu rum putih dan rum hitam.
Rum putih biasanya memiliki rasa yang lebih ringan dan kadar alkohol yang lebih rendah dibandingkan rum hitam.
Selain diminum sebagai minuman keras, rum juga sering digunakan sebagai bahan campuran dalam pembuatan kue dan es krim.
Secara umum, kadar alkohol pada rum berkisar antara 36–50% ABV.
Memahami jenis serta kadar alkohol dalam minuman keras sangat penting untuk mencegah konsumsi berlebihan dan mengurangi risiko kesehatan yang mungkin terjadi.
Sebab meminum alkohol secara berlebihan dapat memicu berbagai masalah kesehatan, mulai dari kerusakan hati, diabetes, hingga gangguan mental.
Dengan mengetahui kadar alkoholnya, seseorang dapat lebih bijak dalam membatasi konsumsi minuman keras.
Bagi yang memiliki riwayat kesehatan tertentu atau sedang mengonsumsi obat, berkonsultasi dengan dokter atau tenaga medis sebelum mengonsumsi alkohol adalah langkah tepat untuk menghindari terjadinya masalah kesehatan.
Jika Anda atau orang terdekat menunjukkan tanda-tanda ketergantungan alkohol, sebaiknya segera mencari bantuan dari tenaga profesional untuk mendapatkan saran yang tepat. (Fedora Reyvi Apta Nayottama)
Editor : Meitika Candra Lantiva