Jusuf Kalla : Alternatif Pengganti Nasi Ya Makan Ubi, Berikut Manfaat Ubi Bagi Kesehatan !
Meitika Candra Lantiva• Senin, 9 Oktober 2023 | 17:13 WIB
Ilustrasi seorang petani panen ubi. (Pinterest/Informasi Komunitas Kicau Mania Indonesia)
RADAR JOGJA- Belakangan pembatasan pembelian beras di toko ritel modern menjadi perbincangan hangat. Sebab pembatasan tersebut dinilai menjadi indikasi pasokan beras yang semakin sekarat. Jika pembatasan ini terus terjadi, tidak bisa tidak mungkin beras langka itu terjadi.
Pembatasan pembelian beras di ritel modern mulai dibatasi ini semenjak pertengahan September 2023. Pembelian dibatasi maksimal dua pack kemasan dengan bobot 5 kg per konsumen per hari.
Dilansir dari ekonomibisnis.comada beragam tanggapan, Menurut Ketua Komunitas Industri Beras Rakyat (Kibar) Syaiful Bahari pembatasan pembelian beras menjadi bukti suplai beras dari pabrik lokal yang mulai terhenti di tengah lonjakan harga gabah yang semakin tinggi.
Namun faktor lain disebutkan, cuaca ekstrem menyebabkan harga gabah melonjak menggila. Dan susutnya panen padi dj sejumlah wilayah karena kekeringan, sehingga kebutuhan menjadi lebih besar dan distribusi terkendala.
Menanggapi soal pembatasan pembelian beras 10 kg per hari oleh pengusaha ritel di Indonesia, Jusuf Kalla mengusulkan agar masyarakat dapat mencari bahan makanan pokok lain sebagai alternatif. Misalnya ubi.
Sama halnya beras yang sudah dimasak menjadi nasi, ubi juga memberi rasa kenyang. Karena sama-sama mengandung karbohidrat.
Selain itu juga menyimpan berbagai manfaat bagi Kesehatan dan kandungan nutrisi dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi harian.
Dari berbagai kandungan nutrisi pada ubi berikut khasiat ubi bagi kesehatan, seperti:
Mengendalikan gula darah
Dengan mengkonsumsi ubi dapat membantu memenuhi kebutuhan serat untuk mengatasi penyakit kencing manis.
Ubi merupakan salah satu bahan makanan memiliki skala indeks glikemik tergolong rendah. Artinya kecepatan ubi menjadi gula darah tidak terlalu tinggi.
Selain itu, penelitian menunjukan adanya penurunan resistensi gula darah terhadap insulin pada penderita diabetes saat sering mengkonsumsi ubi.
Mengontrol tekanan darah
Menjaga asupan natrium agar tetap rendah, sangat penting dalam menurunkan tekanan darah.
Bahkan American Heart Association menyarankan kita untuk menghindari berbagai makanan yang memiliki kandungan garam yang tinggi.
Justru, dengan mengonsumsi makanan tinggi kalium dapat memberikan manfaat dalam mengontrol tekanan darah pasalnya jubi jalar juga memiliki kandungan kalium di dalamnya yang bermanfaat untuk mengontrol tekanan darah.
Mengurangi risiko kanker
Mengkonsumsi ubi dapat mengurangi risiko mengalami kanker prostat, kanker usus, hingga kanker payudara. Selain itu, ekstrak kulit ubi juga memiliki sifat anti kanker yang semakin memperkaya manfaat Kesehatan yang bisa kita dapatkan dari mengkonsumsinya.
Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
Ubi memiliki kandungan vitamin C yang merupakan salah satu jenis antioksidan yang dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh.
Jadi tak heran apabila mengkonsumsi ubi memberikan manfaat untuk mengurangi resiko peradangan dan obesitas.
Meningkatkan sistem pencernaan
Antioksidan pada ubi memiliki manfaat untuk Kesehatan pencernaan, penelitian tahun 2018 membuktikan banyak antioksidan yang terdapat pada ubi meningkatkan pertumbuhan bakteri sehat pada usus dan mengurangi resiko mengalami diare.
Selain itu, banyaknya serat pada ubi bermanfaat untuk meningkatkan sistem pencernaan yang membantu mengurangi resiko kanker usus serta memperlancar BAB.
Meningkatkan Kesehatan mata
Ubi termasuk dalam jenis makanan yang kaya akan kandungan beta karoten.
Saat mengkonsumsi beta karoten tubuh akan mengubahnya menjadi vitamin A yang akan membentuk reseptor pendeteksi Cahaya dalam organ mata.
Vitamin A berperan penting untuk Kesehatan mata karena jika kita kekurangan vitamin A dapat menyebabkan kebutaan.
Beta karoten dapat memberikan manfaat pencegahan terhadap berbagai masalah mata.
Setelah mengetahui manfaat tersebut apa salahnya jika kita mengkonsumsi ubi sebagai bahan alternatif pengganti nasi. (Caswati)