Jangan Buru-buru Mencabut Gigi Geraham Bungsu, Sebaiknya Ini
Meitika Candra Lantiva• Jumat, 11 Agustus 2023 | 00:52 WIB
PERIKSA GIGI: Seorang dokter gigi hendak memeriksa pasiennya yang mengeluhkan sakit gigi di sebuah klinik di Jogjakarta. (Meitika Candra Lantiva/Radar Jogja)
RADAR JOGJA - Anda mengalami sakit gigi? Jangan buru-buru mencabut sekalipun yang terasa sakit di gigi geraham bungsu atau gigi molar ketiga.
Anda perlu memeriksakan gigi dan berkonsultasi dengan dokter, jika kondisinya nyeri parah. Agar dilakukan penanganan lebih lanjut.
Gigi geraham bungsu biasanya muncul pada orang dewasa. Gigi geraham bungsu fungsinya membantu manusia untuk menghacurkan makanan yang keras. Umunya, gigi ini tumbuh pada usia 17-21 tahun.
Pertumbuhan gigi geraham tidak dapat diprediksi. Itu sebabnya kadang disebut sebagai kondisi yang unik.
Dikutip dari JawaPos.com, dalam beberapa kasus, gigi bungsu dianggap berbahaya. Karena dapat menyebabkan nyeri yang berlebihan dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Namun, tidak semua orang perlu mencabut gigi bungsu, terutama jika gigi tersebut tidak tumbuh atau terpendam seumur hidup.
Menurut laporan dari Washington Post, dilansir pada Kamis (10/8/2023), para ahli mengungkapkan bahwa gigi bungsu sebaiknya dicabut, jika menyebabkan rasa sakit, mengalami kerusakan, pembengkakan, atau menunjukkan tanda-tanda adanya penyakit lain.
Gigi bungsu yang dianggap berisiko, jika mengalami impaksi. Atau tidak mampu tumbuh secara normal di dalam rongga mulut. Sebab, kondisi ini dapat menyebabkan pertumbuhan gigi yang miring dan memberikan tekanan pada gigi di sebelahnya. Hal inilah yang menimbulkan rasa nyeri.
"Dokter bedah mulut perlu melakukan pemeriksaan dan membuat keputusan berdasarkan hasil pemeriksaan klinis serta hasil sinar-X. Meskipun mungkin ada beberapa perbedaan pendapat di kalangan dokter gigi, namun kebanyakan keputusan didasarkan pada petunjuk klinis," ungkap Dena Fischer, Direktur Pusat Penelitian Klinis di National Institute of Dental and Craniofacial Research dilansir dari JawaPos.com, Kamis (10/9/2023).
Selanjutnya, beberapa dokter menyarankan bahwa mencabut gigi bungsu pada usia muda merupakan langkah yang lebih aman, lebih mudah, dan pemulihannya juga lebih cepat.
Dijelaskan, gigi bungsu yang tumbuh pada usia muda, memiliki akar gigi yang belum sepenuhnya berkembang. Sehingga risiko komplikasi lebih rendah.
Kendati begitu, tidak semua gigi bungsu yang tumbuh perlu segera dicabut. Pasien tidak perlu terburu-buru dalam melakukan pencabutan jika gigi bungsu tidak menimbulkan masalah atau rasa sakit.
Penting untuk diingat bahwa hanya gigi bungsu yang mengalami masalah yang sebaiknya dicabut, bukan semua empat gigi bungsu sekaligus.
William Love, direktur layanan gigi di University of California Davis Medical Center, juga menekankan hal tersebut. "Tidak bijaksana untuk mencabut tiga gigi hanya berdasarkan satu diagnosa," ungkap William.
Pendapat ini juga didukung oleh sebuah jurnal dari American Association of Oral and Maxillofacial Surgeons. Meskipun tidak semua gigi bungsu harus dicabut, perlu diingat bahwa semakin lama pasien menunda tindakan, semakin sulit proses pencabutan. Demikian pemulihannya.
Pasien disarankan untuk tetap mempertahankan gigi bungsu jika tidak menimbulkan gejala yang mengganggu dan untuk terus berkomunikasi dengan dokter gigi mengenai kondisi gigi mereka.
Namun jika kondisinya parah, kerusakan terjadi di usia dewasa. Maka beberapa dokter menyarankan agar melakukan operasi kecil ke dokter gigi atau dokter bedah mulut. Operasi ini biasanya memakan waktu sekitar 20 menit atau lebih. (mel)