Sudah Tidur Cukup tapi Masih Mengantuk? Ini yang Sebenarnya Terjadi, dan Cara Mengatasinya

RADAR JOGJA - Tidur delapan jam ternyata tidak otomatis menjamin tubuh beristirahat secara optimal.
Jika kamu sering terbangun dalam kondisi lemas dan tidak bertenaga meski sudah tidur dengan cukup, kamu tidak sendirian.
Data dari Sleep Foundacion menunjukkan bahwa seperempat populasi dunia mengalami kantuk berlebihan berlebihan di siang hari walau durasi tidurnya sudah cukup.
Lama waktu tidur hanyalah salah satu faktor. Ada beragam mekanisme biologis lain yang membuat tubuh tetap terasa lelah.
Baca Juga: Mancini 2.0 Resmi Bergulir: Reorganisasi Skuad, Fleksibilitas Taktis, dan Ambisi Dominasi Italia
1. Sleep Inertia: Saat Otak Belum Siap Bangun
Kondisi lingering pusing, bingung, dan sulit fokus sesaat setelah bangun dikenal sebagai sleep inertia.
Fenomena ini umumnya terjadi ketika kamu terbangun secara mendadak dari fase tidur nyenyak, memiliki utang tidur, atau kualitas istirahatmu memang buruk.
Menariknya, tidur terlalu lama juga bisa memicu masalah yang sama.
Jika kamu menambah jam tidur secara drastis, alarm berisiko membangungakanmu di tengah-tengah fase tidur dalam (deep sleep) bukan di fase tidur ringan sehingga efek linglung saat bangun justru makin berat.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




