Walau begitu, Timbul membenarkan korban penganiayaan telah melakukan pelaporan polisi. Tepatnya berlangsung Rabu malam (8/2) ke Mapolresta Jogja. Pelaporan dilakukan oleh satu orang, selalu korban penganiayaan.
"Untuk perkembangan saat ini Satreskrim Polresta sudah melakukan penyelidikan untuk korban saat ini sudah melapor. Korban satu orang. Laporan yang kita terima diduga penganiayaan dan pengeroyokan," jelasnya ditemui di Mapolresta Jogja, Kamis (9/2).
Penyidik Polresta Jogja, lanjutnya, juga telah mengidentifikasi para pelaku. Ini berdasarkan keterangan korban, saksi dan rekaman CCTV. Sementara ini ada 6 pelaku yang diduga terlibat dalam penganiayaan tersebut.
Dalam video terbaru di media sosial, terlihat adanya aksi saling pukul antara kelompok korban dan pelaku. Video sebelumnya memperlihatkan, dua pemuda yang dikeroyok oleh rombongan pemotor. Salah satunya menggunakan senjata tajam jenis clurit.
"Kronologis sesuai dengan video yang sudah beredar itu, mungkin mereka kan tidak saling mengenal jadi mungkin diawali dengan perkelahian kemudian berlanjut kepada bahwa ada senjata tajam," katanya.
Upaya antisipasi juga dilakukan agar kejadian tak berulang. Salah satunya dengan meningkatkan patroli keamanan. Terutama di sejumlah objek vital di Kota Jogja.
Ditanya tentang pemberlakuan jam malam, Timbul tidak mengiyakan. Dia hanya memastikan bahwa jajarannya akan meningkatkan patroli. Guna menjamin keamanan di wilayah Kota Jogja.
"(Jam malam) Sementara belum tapi pihak Polresta akan meningkatkan lagi keamanan dan patroli," ujarnya. (Dwi) Editor : Editor News