Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIJ Syam Arjayanti mengatakan, digelarnya Jogja Batik Festival juga merupakan salah satu upaya dari menegaskan eksistensi Jogjakarta sebagai kota batik dunia. Hal tersebut juga sudah diakui oleh World Craft Council (WCC) di Tiongkok pada 18 Oktober 2014 lalu.
Dijelaskan Syam, DIJ dinobatkan sebagai kota batik dunia karena memiliki tujuh kriteria penting yang ditetapkan WCC. Adapun yang pertama yakni nilai historis, karena Jogjakarta memiliki kaitan makna sejarah dalam seni budaya dan tradisi batik. Kedua adalah segi orisinalitas dalam motif dan pembuatan batik.
Kemudian yang ketiga, Jogjakarta memiliki komitmen untuk upaya konservasi karya seni batik melalui regenerasi. Lalu keempat nilai ekonomi, karena banyak dari masyarakat yang berprofesi sebagai pembatik. Kemudian kelima adalah kriteria ramah lingkungan yang dilakukan oleh pelaku usaha batik. Sementara keenam yakni reputasi internasional dan ketujuh yakni konsistensi Jogjakarta untuk mengembangkan batik.
Syam menerangkan, untuk mempertahankan eksistensi dan konsekuensi setelah dinobatkannya Jogjakarta sebagai kota batik dunia. Tentu harus ada upaya membina dan mengembangkan produk batik. Salah satunya melalui Festival Batik 2022 dengan menghadirkan para pelaku usaha batik di Jogjakarta dan sekitarnya.
"Hal ini diharapkan menjadi kekuatan dan budaya ekonomi masyarakat di DIJ. Sehingga terjadi peningkatan produktivitas dan kualitas, meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat, serta penciptaan lapangan kerja dalam rangka pengurangan kemiskinan," ujar Syam, Rabu (19/10).
Lebih lanjut, selain pameran batik, dalam Festival Batik 2022 itu Disperindag DIJ juga menggelar fashion show batik yang mengundang berbagai public figure pada pembukaan acara. Kemudian juga dilakukan seminar batik di Hotel Grand Dafam Rohan hari ini (20/10), lomba desain festival batik kategori pelajar dan mahasiswa, serta studi orientasi IKM batik.
Terkait dengan jumlah peserta, Syam merinci pameran diikuti sebanyak 170 pelaku usaha batik, lalu seminar diikuti 100 peserta, acara fashion show diikuti 80 desainer, serta untuk kegiatan studi orientasi batik diikuti sebanyak 50 pelaku IKM.
"Tujuan Festival Batik 2022 adalah untuk mengembangkan potensi IKM batik dan turunannya di DIJ dan melestarikan warisan budaya," bebernya.
Sementara itu, Sekretaris Provinsi DIJ Kadarmanta Baskara Aji berharap, pameran batik tersebut dapat membangun semangat, membangkitkan geliat, dan meningkatkan citra batik demi kesejahteraan masyarakat Jogjakarta. Menurutnya, masyarakat dan pemerintah sudah seharusnya patut bangga dengan respon dunia terhadap seni tradisi batik di Indonesia.
"Pencanangan batik Indonesia sebagai masterpiece of oral and intangible of humanity oleh UNESCO pada bulan Oktober 2009 merupakan bentuk pengakuan yang strategis terhadap eksistensi batik. Selaras dengan nilai pentingnya bagi peradaban nusantara,"ucap Aji. (inu/bah) Editor : Editor Content