Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tak Bisa Pakai Gawai, Berkreasi secara Manual

Editor Content • Jumat, 8 April 2022 | 15:00 WIB
TAK MENYANGKA: Ummi Lathifa Nabila dengan poster karyanya yang menjuarai lomba lomba poster tingkat nasional. Siti Fatimah/Radar Jogja
TAK MENYANGKA: Ummi Lathifa Nabila dengan poster karyanya yang menjuarai lomba lomba poster tingkat nasional. Siti Fatimah/Radar Jogja
RADAR JOGJA - Gadis berusia 16 tahun menyukai dunia animasi. Tinggal di pondok pesantren, tak membatasinya mengembangkan diri.

Ummi Lathifa Nabila baru saja sampai pondok pesantren (ponpes) saat dijemput oleh gurunya, Salamah. Seragam MAN 3 Bantul yang dikenakan Ummi pun masih lengkap. Siswi jurusan Ilmu Bahasa itu juga hanya menurut, saat Salamah memintanya naik motor. Untuk dibonceng beranjak kembali ke madrasah.
Bukan tanpa sebab, Ummi harus dijemput langsung oleh Salamah. Sebab Ummi memang sukar dihubungi. Sudah jadi hal umum, ponpes membatasi penggunaan gawai bagi santri dan santriwati. Bahkan gawai milik santri dan santriwati harus dititipkan ke pengasuh saat berada di ponpes, termasuk Ummi. Hingga dia, jadi sulit untuk dihubungi.
Sulung dua bersaudara ini mengucapkan salam saat menemukan Radar Jogja. Dia merasa segan telah merepotkan. “Assalamuallaikum, maaf menunggu,” ujarnya dengan lembut kemarin (7/4).
Siswi kelas 11 ini baru saja memenangkan kompetisi nasional membuat poster dengan tema kebudayaan Jepang. Padahal, Ummi masih berstatus seorang santriwati di salah satu ponpes di Bantul. “Informasi kompetisinya saya dapat dari sensei (guru bahasa Jepang, Red) sejak tahun lalu,” ungkapnya memulai cerita.
Untuk diketahui, Ummi sudah beberapa kali mengikuti kompetisi. Pertama, dirinya mengikuti kompetisi manga. Saat itu kalah. Dia terima, karena sadar karyanya di luar tema yang telah ditetapkan. “Terus saya juga pernah ikut lomba poster sebelumnya, juga kalah,” sebutnya, malu-malu.
Nah, kembali pada kompetisi yang dimenangkan Ummi. Hal itu dapat terjadi berkat dukungan sensei MAN 3 Bantul. Menilik semangat Ummi dalam berkompetisi terkait dengan jejepangan. “Saya jadi penasaran sama kompetisi poster yang disampaikan sensei waktu itu. Kayaknya seru,” ujarnya.
Dalam kompetisi ini, Ummi ingin menjajal kemampuannya mendesain baju. Itu dituangkannya dengan menggambar tokoh anime perempuan yang mengenakan kimono berwarna merah muda dengan corak bunga-bunga yang bermekaran. Menyesuaikan dengan tema besar kompetisi poster yaitu kebudayaan Jepang. “Saya menggambarkan festival musim panas di Jepang. Ada perempuan Jepang pakai kimono sedang memakan takoyaki,” bebernya.
Gadis yang bercita-cita dapat meneruskan pendidikan di bidang animasi ini, baru menemukan kesulitan saat harus memasukkan kaligrafi huruf kanji. Sebab membutuhkan teknik khusus dalam penggoresan tinta hitam di atas kertas. “Sensei membantu banget, kasih saran untuk menuliskan kata-kata tentang musim panas. Terus kirim video cara membuat kaligrafi,” paparnya.
Ummi merampungkan posternya dalam waktu kurang dari seminggu. Dia menggunakan pensil warna dalam menyelesaikan karyanya. Sebab dia tidak diperkenankan menggunakan gawai selama di ponpes. “Jadi nggak bisa digital. Harus manual. Alhamdulillah bisa menang secara nasional, saya tidak menyangka,” tandasnya. (fat/laz) Editor : Editor Content
#Pendidikan