JOGJA - Pedagang Pasar Kranggan, Kota Jogja mulai was-was terhadap peningkatan harga komoditas daging sapi. Pasalnya, stoknya diprediksi menipis seiring dengan berkurangnya aktivitas rumah potong hewan (RPH) menjelang hari raya Idul Fitri.
Salah satu pedagang Eniyatun mengaku, sudah mendapatkan informasi pengurangan aktivitas penyembelihan di RPH Segoroyoso. Hal tersebut terjadi karena pengiriman sapi untuk disembelih juga berkurang akibat situasi menjelang lebaran.
Eni sapaannya membeberkan, saat ini harga daging sapi berada di kisaran Rp 135 ribu per kilogram. Harga itu akan naik menjadi Rp 145 ribu mulai hari Rabu (11/3/2026). Lantaran permintaan masyarakat terhadap daging sapi cukup tinggi. Namun ketersediaannya di pasaran menipis.
“Besok Rabu sudah ada kenaikan dari RPH-nya, naik sekitar Rp 10.000 per kilo,” ujar Eni saat ditemui, Senin (9/3/2026).
Meski hingga pekan kedua bulan Maret ini harga daging sapi masih tergolong stabil, Eni mengungkap sudah ada penurunan pasokan. Sebelum mendekati lebaran stok daging sapi di kalangan pedagang mencapai 200 kilogram per hari.
Namun mendekati lebaran seperti sekarang pasokan yang diterima hanya berkisar 50 sampai 80 kilogram per hari. Pedagang pun berharap pasokan dapat kembali normal agar harga daging sapi tidak melonjak terlalu tinggi.
“Soalnya permintaanya banyak sekali, tapi barang kurang,” ungkap wanita 52 tahun itu.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY Yuna Pancawati menyampaikan, meski akan mengalami kenaikan harga. Menurutnya stok daging sapi akan tetap aman hingga lebaran nanti.
Yuna menyatakan, bahwa berdasarkan hasil pemantauannya, komoditas yang mengalami kenaikan harga saat ini hanya cabai rawit merah. Adapun di Kota Jogja, harga bumbu masakan pedas itu sudah berada di kisaran Rp 100 ribu per kilogram. Naik dibanding pekan lalu yang berada di kisaran Rp 95 ribu per kilogram.
“Cabai rawit merah mengalami kenaikan sedikit,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) VII Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) DIY M Hendry Setyawan mengungkapkan, secara keseluruhan kondisi harga pangan masih relatif stabil. Pihaknya juga meminta agar para pedagang tidak melakukan praktek bundling atau penjualan komoditas dengan kewajiban membeli produk lain yang sempat marak di tahun 2021 lalu.
Baca Juga: Pep Guardiola Istirahatkan Erling Haaland dari FA Cup untuk Menjadi Kartu As Melawan Real Madrid
“Kami sudah konfirmasi ke pedagang, praktik bundling paksa seperti kasus minyak goreng dulu sudah tidak ditemukan lagi,” bebernya. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin