Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bocah Obesitas Mengaku Kesehariannya Lebih Sering Main Game, Tidak Suka Olahraga

Cintia Yuliani • Minggu, 1 Februari 2026 | 22:24 WIB

 

 

Ilustrasi obesitas pada anak. (Website Kanal Kesehatan FK UGM)
Ilustrasi obesitas pada anak. (Website Kanal Kesehatan FK UGM)

JOGJA - Banyaknya kasus obesitas di kalangan remaja DIY dipengaruhi oleh kebiasaan dan pola makan yang kurang sehat. Salah satunya dialami anak berinisial IYA yang memiliki berat badan 55 kilogram dengan tinggi badan 150 sentimeter pada usia 12 tahun.

"Kebiasaan saya tiap hari sering main game. Enggak suka olahraga, males aja,” ungkap IYA saat ditemui di SDN Grogol Bambanglipuro, Bantul, Jumat (25/1).

IYA bahkan mengaku memiliki sekitar 20 game daring di ponselnya. Jika merasa bosan dengan game yang dimainkan, ia akan mengunduh game lain melalui play store.

Selain kurang aktivitas fisik, kebiasaan mengonsumsi mi instan serta makanan dan minuman manis turut memengaruhi kenaikan berat badannya. "Kalau di sekolah biasanya jajan permen. Sekarang juga lagi suka jajan latiao,” katanya.

Ia juga mengaku jarang mengonsumsi sayur karena tidak menyukai rasanya. Meski beberapa kali diminta orang tuanya untuk makan sayur, ia tetap enggan memakannya.

Walaupun menyadari memiliki berat badan berlebih, siswa kelas enam SD ini mengaku tidak terlalu memedulikannya. "Sesungguhnya saya tidak peduli dengan berat badan saya, sehat atau tidak,” katanya.

Sementara itu, siswa kelas tiga berinisial ST juga memiliki berat badan yang tergolong obesitas. Ia memiliki berat badan 50 kg dengan tinggi badan 142 sentimeter. Dalam kesehariannya, anak berusia sembilan tahun itu mengaku jarang melakukan aktivitas olahraga dan biasa makan dengan porsi besar.

“Kegiatan setelah pulang sekolah mancing, terus ngaji. Setelah itu makan, belajar, liat TV, abis itu tidur,” katanya. 

Terpisah, orang tua AFR, Ani Pujiastuti mengatakan, untuk mengatasi agar berat badan anaknya kembali ideal yang ia lakukan adalah mengatur pola makan anaknya yang baru kelas dua SD itu.

"Saya usahakan anak saya makan malam maksimal pukul tujuh malam. Dan selebihnya saya tidak mengizinkan anak saya untuk makan sebelum tidur," jelas ibu berumur 54 tahun itu.

Selain itu, secara teratur dalam satu minggu sekali ia mengajak anaknya untuk les renang. Ia berharap dengan adanya kegiatan olahraga, berat badan anaknya bisa ideal kembali. (cin/laz)

 

Editor : Herpri Kartun
#aktivitas fisik #Gaya Hidup #pola makan #makan sayur #obesitas