JOGJA - Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja melakukan penataan ruas-ruas jalan dari pedagang kaki lima (PKL) tahun ini. Total ada delapan ruas jalan di kawasan Terban yang menjadi sasaran.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Jogja Agus Tri Haryono mengatakan sasaran penataan meliputi Jalan Sudirman, Jalan C. Simanjuntak, Jalan Dr. Sardjito, Jalan Cik Di Tiro, Jalan Kahar Muzakir, Jalan Kartini, Jalan Herman Yohanes, dan Jalan Terban.
Selain delapan ruas jalan utama, pemkot juga menata penggal-penggal jalan di kawasan Terban supaya bebas dari PKL. Upaya tersebut untuk mengembalikan fungsi trotoar supaya lebih nyaman bagi pejalan kaki.
Agus mengklaim, pihaknya sudah menjalin komunikasi dengan pelaku usaha terkait dengan program tersebut. Menurutnya sebagian besar pelaku usaha sudah setuju untuk mundur dan menggunakan area trotoar untuk berjualan.
“Sekarang Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) sedang melakukan pembersihan di Jalan Cik Di Tiro depan Panti Rapih,” ujar Agus saat ditemui di Balai Kota Jogja, Selasa (13/1/2026).
Pantauan Radar Jogja di Jalan Cik Di Tiro memang sudah bersih dari PKL. Kawasan tersebut biasanya tampak aktivitas pedagang bakso dan angkringan kini sudah bersih.
Sejumlah pedagang juga memasang pemberitahuan terkait dengan perpindahan lapaknya. Misalnya Bakso Arema yang lapaknya berada di depan SMPN 1 Yogyakarta memberi pengumuman telah pindah di utara Gudeg Sagan dan di Pasar Terban.
Agus menjelaskan, pasca bersih dari aktivitas PKL nantinya pemkot akan mempercantik trotoar. Misalnya dengan penambahan lampu dan perubahan desain agar lebih bagus dibandingkan saat ini.
“Area tersebut akan enak untuk berjalan kaki karena kami kembalikan fungsinya,” jelas Mantan Kepala DPUPKP Kota Jogja ini.
Salah satu pedagang angkringan di Jalan Cik Di Tiro Sriwarni mengaku, telah direlokasi ke Pasar Terban. Saat ini dirinya tengah menyiapkan lapak baru di bangunan pasar yang selesai dibangun pada September 2025 itu.
Sriwarni menilai, lapak baru di Pasar Terban memiliki lokasi yang bersih dibandingkan sebelumnya. Dia pun berharap pasca perpindahan dari lokasi lama bisa semakin membuat dagangannya semakin laris.
“Kalau sekarang saya lihat sekarang masih sepi (di Pasar Terban), tapi bismillah semoga rezeki sudah diatur,” katanya. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin