GUNUNGKIDUL - Mulut gua di kawasan pembangunan Jalan Jalur Lingkar Selatan (JJLS) di Kalurahan Planjan, Gunungkidul mulai dibuka kembali, Rabu (23/10) sekitar pukul 16.00 WIB.
Mulut gua pertama kali ditemukan oleh para pekerja proyek JJLS pada Selasa (15/10) malam. Temuan itu mengejutkan para pekerja dan warga setempat. Belum 24 jam lurah setempat menutup mulut gua lantaran banyaknya warga yang nekat masuk ke dalamnya.
Pantauan Radar Jogja di lokasi, batuan yang menutupi mulut gua diangkut kembali oleh alat berat. Mulut gua diperkirakan berukuran kurang dari satu meter. Dibukanya mulut gua bertujuan untuk penelitian yang dilakukan oleh tim Peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM).
Sekitar 10 orang Tim Peneliti UGM yang dikoordinatori oleh Pakar Geomorfologi Eko Haryono mulai masuk ke mulut gua. Mereka harus tunduk untuk bisa masuk ke dalam gua tersebut.
Para tim peneliti dilengkapi dengan alat pengaman kepala, baju pengaman, senter, dan peralatan penelitian lainnya. Di dalam gua nampak sangat gelap dikarenakan minimnya cahaya dari luar.
Pada atap gua terdapat bebatuan stalagmit yang membentuk runcing. Pada lantai nampak bebatuan stalakit masih berdiri tegak mengarah ke atas.
Pakar Geomorfologi UGM Eko Haryono mengatakan, tim peneliti akan meninjau kondisi dari gua tersebut. "Mulai dari mengukur ketebalan atap gua, apakah di lantai gua terdapat rongga atau tidak, dan pengukuran kekuatan batuan," ujar Eko sebelum memasuki gua.
Pihaknya belum dapat menyampaikan waktu penelitian yang akan dilakukan. Hal itu dapat ditentukan ketika usai meninjau isi dari dalam gua tersebut. "Mungkin nanti akan ada bantuan dari peneliti geofisika," tuturnya.
Hasil dari penelitian, kata Eko, akan dikoordinasikan ke Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUPESDM) DIY untuk menentukan tindaklanjut usai penemuan gua tersebut. (ndi)
Editor : Din Miftahudin