RADAR JOGJA – Seorang remaja ditemukan tewas tercebur di Selokan Mataram, Kalurahan Sinduadi, Mlati, Sleman. Korban berinisial SDR, 13, ditemukan tim SAR gabungan pada Rabu (21/8) sekitar pukul 11:52 dalam kondisi tak bernyawa.
Korban adalah warga Karangjati, Kalurahan Sinduadi, Kapanewon Mlati, Sleman. Korban sebelumnya diduga sempat terlibat aksi kejar-kejaran dengan kelompok pemuda lainnya. Hingga akhirnya korban menabrak pohon dan terlempar masuk ke dalam selokan di sekitar SD Sinduadi, Mlati tersebut.
Kapolsek Mlati Kompol Irwiantoro mengatakan, dari info awal yang didalami polisi, kejadian tersebut diduga disebabkan adanya kesalahpahaman antara dua kelompok remaja di jalan. Kedua kelompok itu saling ejek sehingga terjadi kejar-kejaran dengan motor.
Yang dikejar berjalan secara melawan arah atau arus dan menabrak pohon di lokasi kejadian. “Korban berboncengan empat orang di satu kendaraan,” jelasnya saat dikonfirmasi, Rabu (21/8).
Sementara dua rekan korban menderita luka ringan dan satu teman korban mengalami luka kritis. Ketiga teman korban yang selamat telah dibawa ke RSUP Dr Sardjito untuk mendapatkan perawatan intensif.
Sementara itu, Kepala SAR DIY Kamal Riswandi mengatakan, dari kronologi kejadian yang diterimanya, awalnya korban pergi bersama temannya untuk menjenguk rekannya yang lain. Kemudian di tengah jalan, korban dikejar oleh sekelompok pemuda yang diduga klithih di sekitar lokasi kejadian pada Rabu (21/8) dini hari. Karena dikejar, motor korban menabrak pohon di pinggir Selokan Mataram. “Korban terpental dan jatuh ke Selokan Mataram,” kata Kamal,.
Mendapat laporan tersebut, Unit Siaga Basarnas Sleman langsung meluncur ke lokasi. Tim SAR gabungan menerjunkan satu tim untuk melakukan penyisiran awal di lokasi.
Tim SAR gabungan melakukan pencarian dengan body rafting dan menyisir ke arah timur menuju area lokasi korban diduga tenggelam.
Setelah kurang lebih satu jam pencarian, sekitar pukul 11.52 tim SAR gabungan berhasil menemukan tubuh korban pada jarak 100 meter dari lokasi kejadian. “Korban langsung dibawa ke RS Bhayangkara Polda DIY untuk dilakukan autopsi,” ujar Kamal.
(tyo/pra)
Editor : Satria Pradika